SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 21 Desember 2014
BS logo

Isu Bom Hantam Gedung Putih di Twitter, Bursa AS Rugi US$ 136 Miliar
Rabu, 24 April 2013 | 13:37

Kegiatan di pasar bursa saham AS, Wall Street [AP] Kegiatan di pasar bursa saham AS, Wall Street [AP]

[WASHINGTON] Pasar keuangan Amerika Serikat (AS), Selasa (23/4), anjlok karena investor panik terkait kabar mengenai dua ledakan bom yang menghantam Gedung Putih dan melukai Presiden Barack Obama.  

Kabar tersebut, ditampilkan di akun Twitter @ AP, milik kantor berita Associated Press (AP), yang ternyata telah dibobol peretas. Bunyi pesannya singkat, yakni “Peringatan: Dua ledakan di Gedung Putih dan Barack Obama terluka”.  

Hanya dalam waktu tiga menit setelah tweet palsu itu, hampir semua pasar keuangan AS langsung anjlok. Data Reuters menunjukkan nilai indeks Standart & Poors 500 mengalami kerugian hingga US$ 136,5 miliar dan terkoreksi 12 poin (0,8 persen). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga terkoreksi 130 poin (0,9) persen.  

Pihak AP langsung merespon tweet palsu itu dengan mengabarkan melalui jaringan kantor berita dan akun Twitter corporat, yakni @ AP_CorpComm, bahwa akun Twitter @ AP telah dibobol dan berita mengenai pengeboman di Gedung putih adalah palsu.     

“Akun Twitter @ AP telah dibobol dan kabar mengenai serangan di Gedung Putih adalah palsu. Kami telah menonaktifkan akun tersebut dan akan memberitahukan perkembangan sesegera mungkin,” kata Juru Bicara AP, Paul Colford.  

Colford. mengungkapkan akun Twitter lain yang dimiliki perusahaan, @ AP_Mobile Twitter, juga telah dinonaktifkan. Pihak AP telah bekerjasama dengan pengelola Twitter untuk menyelidiki pembobolan terhadap akun @ AP. FBI juga tengah menyelidiki insiden itu.  

Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, juga mengatakan kepada wartawan bahwa kabar mengenai Gedung Putih di bom adalah palsu dan presiden Obama dalam kondisi baik. “Saya dapat mengatakan presiden baik-baik saja dan saya sedang bersamanya,” kata Carney.  

Setelah konfirmasi yang disampaikan pihak AP dan Gedung Putih, kepanikan di pasar keuangan mereda. Investor kembali bertransaksi melalui perdagangan elektronik otomatis, sehingga indeks harga saham berbalik menguat.  

Komisaris Badan Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat (The United States Securities and Exchange Commision/SEC), Daniel Gallagher, menyayangkan dampak dari tweet palsu yang telah menimbulkan kepanikan dan kerugian di pasar keuangan.  

Bertanggungjawab

Kelompok yang menamakan diri Tentara Elektronik Suriah dan mendukung Presiden Bashar al-Assad, mengaku bertanggungjawab atas pembobolan akun Twitter @ AP dan tweet mengenai dua ledakan di Gedung Putih. Kelompok ini juga mengklaim berada dibalik kasus pembobolan akun Twitter milik BBC,  Piala Dunia, dan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang dikabarkan mengundurkan diri karena tuduhan korupsi. 

Kelompok tersebut, juga berhasil membobol Twitter milik AFP dan CBS News pada awal tahun ini.   Juru bicara Twitter menolak berkomentar mengenai pembobolan akun Twitter AP dengan alasan demi privasi dan keamanan. Namun sejumlah praktisi dunia maya mengatakan sistem keamanan Twitter harus ditingkatkan.  

Stewart Baker, seorang pengacara spesialis keamanan dunia maya dari Steptoe & Johnson, mengatakan Twitter setidaknya harus menerapkan otentikasi dua langkah untuk masuk ke akun.   Dia juga memperingatkan AP dan kantor berita lainnya untuk memiliki password yang terus di update dan berpikir dua kali untuk menggunakan Twitter sebagai tempat berdagang laporan atau berita. “Itu berisiko dengan kondisi keamanan Twitter sekarang ini,” ujar Baker. [AP/AFP/J-9]        




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!