SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

Isu Panglima TNI Akan Tantang Presiden Hanya Rush Politic
Sabtu, 17 Juni 2017 | 18:29

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menlu Retno Marsudi (kedua kanan), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) dan Mensesneg Pratikno (kiri) memberikan keterangan pers terkait WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5).  [ANTARA/Setpres/Rusman] Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menlu Retno Marsudi (kedua kanan), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) dan Mensesneg Pratikno (kiri) memberikan keterangan pers terkait WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5). [ANTARA/Setpres/Rusman]

[JAKARTA] AKhir-akhir ini banyakpernyataan pengamat politik yang melemparkan isu kalau Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menantang Presiden Jokowi di Pilpres mendatang. Hal ini dinilai sebagai Rush Politic dan merupakan preseden buruk bagi perkembangan politik dan pembangunan Indonesia, karena seakan-akan mencoba mengadu dua tokoh tersebut.

Ketua Umum DPP ARUN Bob Hasan menilai hal ini jangan dilestarikan dan menjadi budaya, “ Karena cara-cara itu sudah tidak benar dan tidak tepat lagi dapat dilaksanakan. Saya sebagai salah satu elemen kemasyarakatan melihat upaya yang dijalankan oleh Panglima TNI merupakan upaya yang sesuai dengan proses kerja dan tanggung jawab beliau sebagai Panglima, dan beliau menempatkan diri sebgai Representasi dari pihak Goverment atau Pemerintah dibawah Kekuasaan Presiden Jokowi yang sekaligus selaku Panglima tertinggi di TNI. Sehingga hal  apapun yang mengancam NKRI dari perpecahan bangsa ini jangan sampai terjadi,” ujarnya, Sabtu (17/6).

Bob Hasan menambahkan, tidaklah mungkin seorang Panglima TNI menjalankan tugas diluar dari kebijakan Pemerintah, “Jelas itu kok upaya Panglima TNI akhirnya dapat turut bersama berada di pihak umat Islam Pada saat genting tempo hari, jadi saya mohon agar para pengamat politik yang handal dalam mengurai analisanya alangkah baiknya melihat situasi yang tidak mengandung perpecahan dan apalagi tidak mencoba membuat opini yang seolah pemilu itu besok digelar,” katanya.

ARUN melalui metoda aplikasi politik juga akan terus memantau Perkembangan dinamika politik di republik tercinta ini, oleh karena itu kami dapat menyampaikan dalam media janganlah kita terpancing dengan pola-pola yang seolah pertempuran Pemilu itu sudah mau tiba thn 2017 ini. “Satukan hati tetap NKRI adalah Hak kita semua , Pemilu thn 2019 nanti biarkan Pemerintahan ini berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Bob Hasan. [PR/L-9]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads