SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 1 Oktober 2014

Jangan Merokok Sembarangan di Kota Tangerang
Kamis, 9 Desember 2010 | 8:56

Perokok-google Perokok-google

[TANGERANG] Pemerintah kota Tangerang menetapkan sejumlah kawasan tanpa rokok. Para pelanggarnya dapat dikenai sanksi hukuman pidana dan denda. Hal ini mengacu pada Perda No 5 Tahun 2010 tentang kawasan tanpa rokok yang segera diberlakukan. 

  Kawasan tanpa rokok yang ditetapkan yakni perkantoran pemerintah daerah, tempat pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, tempat kerja, kendaraan angkutan umum dan tempat umum atau tempat-tempat lainnya.

Dengan ditetapkannya kawasan tanpa rokok tersebut maka setiap orang wajib tidak merokok di tempat atau area tersebut kecuali di tempat khusus yang disediakan untuk merokok (smoking area).

Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).  

 Larangan merokok di sembarangan  tempat itu disampaikan Walikota Tangerang Wahidin Halim saat membuka acara Sosialisasi Perda No. 5 Tahun 2010 Tentang Kawasan Tanpa Roko bertempat di Ruang Akhlakul Karimah Pusat Pemerintahan (Puspem) Pemkot Tangerang, Rabu (8/12).    

 Dalam perda tersebut disebutkan juga bahwa pimpinan lembaga atau badan pada kawasan tanpa rokok wajib melarang orang merokok di kawasan yang di bawah wewenangnya.

Apabila pimpinan lembaga atau badan tidak mengindahkan hal tersebut dapat dikenakan sanksi administrasi berupa peringatan tertulis atau penghentian sementara kegiatan yang berlangsung di kawasan tanpa rokok atau pencabutan izin.  

  Perda kawasan tanpa rokok ini mulai berlaku 12 bulan sejak tanggal diundangkan yakni tanggal 11 Oktober 2010, maka perda ini mulai berlaku pada Oktober 2011.

Selama masa sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat berperan serta untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat sehingga pada saat perda diberlakukan dapat berjalan dengan efektif. 

  Lebih lanjut Walikota mengatakan bahwa untuk memberikan sosialisasi perda kawasan tanpa rokok diminta kepada seluruh pegawai untuk menjadi contoh serta memberikan informasi kepada masyarakat terkait  perda kawasan tanpa rokok ini.

Seluruh aparatur Pemkot Tangerang juga diharapkan dapat berperan dalam merubah pola pikir (mindset) masyarakat akan kebiasaan merokok. Masyarakat diharapkan menyadari bahwa merokok akan memberikan dampak negatif pada kesehatan.


”Merokok berbahaya tidak saja bagi si perokok itu sendiri tapi juga bagi orang yang  berada disekitarnya”, tegas Walikota seraya menambahkan bahwa oleh karena itu Pemkot Tangerang berupaya untuk melindungi para perokok pasif dari bahaya merokok dengan dimunculkannya perda No. 5 tahun 2010 ini.

Dalam perda tersebut dijelaskan bahwa  tujuan dari ditetapkannya perda kawasan tanpa rokok adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif.


Juga melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta bebas dari asap rokok dan untuk mencegah perokok pemula.    

 Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr.Hj.Lilly Indrawati,M.Kes, menjelaskan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh seluruh aparatur Pemerintah dan masyarakat serta pihak swasta yang terbagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2010 diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, Kelurahan, UPTD Puskesmas dan UPTD Pendidikan se Kota Tangerang.

Gelombang kedua, Kamis 9 Desember 2010 akan diikuti oleh swasta, forum masyarakat, organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan serta pihak terkait lainnya. Sosialisasi ini juga dihadiri oleh anggota komisi II DPRD Kota Tangerang dan  unsur Muspida Kota Tangerang. [132]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!