SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 Desember 2014
BS logo

Jaringan Penjual Senpi Rakitan Dibongkar
Rabu, 9 Februari 2011 | 11:22

Ilustrasi senpi. [Dok.SP] Ilustrasi senpi. [Dok.SP]

[JAKARTA] Sebanyak 18 warga yang diduga merupakan jaringan produsen sekaligus penjual senjata api (senpi) rakitan pada sejumlah lokasi di wilayah Jakarta Selatan berhasil dibongkar kepolisian setempat, Rabu (9/2).

Komplotan penjahat tersebut disinyalir terorganisasi secara rapi dalam menjalankan operasi mereka, termasuk saat menyiapkan bahan baku dan peralatan perakitan senpi.

 Tersangka pertama yang ditangkap berinisial SN, warga asal Sumatera. Ia ditangkap saat terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor bersenjata bersama dua tersangka lainnya di Jakarta Selatan.

“Dari hasil pemeriksaan SN, diketahui asal usul senpi yang ternyata produk rakitan, yang awalnya dibeli dari seseorang. Selanjutnya, petugas berhasil menelusuri semua yang terlibat kasus senpi ilegel itu sebannyak 18 orang,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Edi kepada SP, di Jakarta, pagi tadi.

Menurut Gatot, para tersangka kasus senpi itu diringkus secara bertahap sejak awal Januari sampai kasus tersebut tuntas diungkap Rabu ini. Para pelaku ini merupakan pengangguran. Namun, di antara para pelaku tersebut, ada yang memiliki kemampuan sebagai pandai besi, ahli mesin bubut, perakit senpi, dan pencari konsumen senpi rakitan.

Setiap senpi yang dipasarkan komplotan SN ini dijual seharga Rp 600.000 per senjata. Petugas juga menyita barang bukti lainnya dari komplotan tersebut antara lain, tiga pucuk senjata api rakitan revolver jenis FN, sepeda motor, dan kotak brankas.

Operasi pengungkapan senpi rakitan katagori terbesar di wilayah Ibukota bagian selatan selama tahun 2011 ini dipimpin Kasat Reserse Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan.

 “Ke-18 tersangka tersebut sampai Rabu ini ditahan di Polres dan Polsek. Mereka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun,” ujar Budi. [G-5]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!