SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Oktober 2014
BS logo

JK Ingatkan SBY Soal Demo Anarkhis
Senin, 30 Januari 2012 | 14:47

Jusuf Kalla. [Antara] Jusuf Kalla. [Antara]

[JAKARTA] Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus tegas terhadap tingkah para pendemo, apabila sudah dianggap mengganggu ketertiban umum. 

"Boleh demo tapi jangan bakar kantor, boleh demo tapi jangan tutup jalan tol, karena itu menyangkut kepentingan umum," katanya di sela-sela Pekan Konstitusi di Jakarta, Senin (30/1).

Menurutnya, ketegasan itu perlu dituangkan dalam hal penyiapan hukum. Hal itu berlaku khusus untuk unjuk rasa yang sudah mengganggu kepentingan warga.

Pasalnya, jika itu dibiarkan dan tidak ditangani sesegera mungkin, maka itu akan membahayakan keadaan di masa mendatang. Sama halnya dengan unjuk rasa yang anarkhis di Tanjung Priok beberapa waktu lalu.  

"Kita sudah sampai tahap berbahaya yakni hukum rimba. Kalau mau sampai tujuan lalu ramai-ramai bakar rumah, bunuh orang sama seperti di Tanjung Priok. Tanjung Priok sangat berbahaya, karena tidak diambil tindakannya, jadi akhirnya menyebar," sebut JK.

Pemerintah pun, sambungnya, dalam hal pengambilan keputusan selain terbuka juga harus tegas. "Cara mengambil keputusan harus tegas. Jadi, pemerintah di samping terbuka harus tegas juga," katanya.

Saat ditanya apakah SBY saat ini tidak tegas dalam menangani seluruh aksi unjuk rasa, JK mengatakan, setiap individu punya cara penanganan masalah masing-masing. "Saya tidak mengatakan itu, tentu beliau punya pandangan dan ketentuan tersendiri," ucapnya. [O-2]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!