SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 23 November 2014
BS logo

Kabupaten Sidoarjo Butuh Proyek Padat Karya Atasi Pengangguran
Jumat, 14 Oktober 2011 | 10:48

Ilustrasi pengangguran Ilustrasi pengangguran

[SIDOARJO] Pencari kerja dan penganggur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) masih tinggi. Untuk itu pemerintah Kaputen Sidoarjo masih mengharapkan pemerintah pusat, dalam hal ini, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) memberikan bantuan dana untuk kabupaten itu guna mengatasi pengangguran.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Suherman, kepada wartawan di kantornya, Jumat (14/10) mengatakan, dana yang dimaksud untuk mengadakan proyek padat karya dan pelatihan wirausaha.

Suherman mengatakan, sampai tahun 2010, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.001.225 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 83.603 orang penggangur. Sedangkan jumlah pencari kerja sampai tahun 2010 sebanyak 12.484 orang. "Penganggur terdiri dari penggangur terbuka dan setengah menganggur," kata dia.
     
Jumlah pengganggur tahun 2010 turun dibandingkan pada tahun 2009 yang jumlahnya mencapai 14.667 orang. Demikian juga jumlah pengganggur tahun 2009 lebih tinggi dibanding tahun 2010, yakni  sejumlah 93.668 orang.
   
Menurut Suherman, jumlah penganggur dan pencari kerja seperti itu turun karena pemkab Sidoarjo giat dalam kegiatan proyek padat karya dan kegiatan pelatihan wirausaha.
   
Proyek padat karya yang sudah dan sedang dilakukan, kata dia, adalah pembuatan kolam udang dan ikan termasuk ikan lele.
     
Pembangunan kolam ikan dan udang, lanjut dia, selain memperkerjakan orang dalam bentuk padat karya dengan sistem upah harian, juga setelah kolam jadi dapat mendidik dan melatih penganggur atau pencari kerja jadi wirausaha ikan, udang serta ikan lele. "Kita mendidik dan melatih mereka bagaimana memelihara udang dan lele sedari pembibitan sampai besar untuk bisa dijual," kata dia.
     
Selain itu, bagaimana cara menjual udang, ikan dan lele serta memenej keuangan. Pada tahun 2011 ini pihaknya menjalankan sejumlah proyek padat karya dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 505.000.000.

Kegiatan padat karya yang dimaksud Suherman adalah padat karya produktif seperti pembangunan kolam ikan telah menghabiskan dana Rp 155.300.000, padat karya infrastruktur pertama menghabiskan dana Rp 136 juta dan padat karya infrastruktur kedua telah menghabiskan dana 136 juta juga.
   
Menurut Suherman, semua dana tersebut di atas merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Kemenakertrans. "Kita berharap pemerintah pusat terus menyalurkan bantuan seperti ini buat kita," kata dia.
     
Sebelumnya Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Kemenakertrans, Reyna Usman, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah menciptakan proyek padat karya untuk membantu mengurangi penggangguran dan kemiskinan di daerah.
   
Reyna juga berharap agar pemerintah juga kreatif mencari dana untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta mendidik dan melatih penganggur. "Dana dari pusat hanya bersifat stimulus, daerah harus kreatif," kata dia.
   
Suherman menambahkan, pihaknya mengharapkan agar di Sidoarjo dibangun balai latihan kerja untuk mendidik dan melatih wirausaha. "Selama ini kita menyewa gedung swasta untuk melatih dan mendidik penganggur jadi wirausaha," kata Suherman. [E-8] 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!