SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 Desember 2014
BS logo

Kapal Roro KMP Laut Teduh II Terbakar, 9 Orang Tewas
Jumat, 28 Januari 2011 | 9:39

Ilustrasi-Kapal terbakar Ilustrasi-Kapal terbakar

[MERAK] Terbakarnya kapal roll on roll off (roro) KMP Laut Teduh II yang melayani jasa penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten  menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung maupun sebaliknya menyebabkan 9 orang meninggal dunia, dan sebanyak 93 unit kendaraan roda empat hangus terbakar. Korban kemungkinan akan bertambah, karena hingga saat ini proses evakuasi masih sedang berlangsung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun SP, KMP Laut Teduh II berangkat dari Pelabuhan Merak, Jumat (28/1) dini hari, sekitar pukul 03.19 WIB.  Kapal tersebut terbakar di sekitar Palau Tempurung dan Pulau Ular, sekitar 40 menit perjalanan dari Pelabuhan Merak atau pada pukul 03.59 WIB, ketika sedang berlayar menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Untuk mengevakuasi para korban, PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak mengerahkan sejumlah petugasnya serta sejumlah kapal roro untuk membantu menyelamatkan penumpang. Selain itu, petugas dari Polair Polda Banten, Polres Cilegon, Polsek Pulomerak, juga ikut terjun untuk menyelamatkan para penumpang.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah petugas tim Search and Rescue (SAR) di lapangan, penumpang yang meninggal dunia pada umumnya disebabkan karena tenggelam. Ketika kapal tersebut terbakar, ada begitu banyak penumpang yang panik dan langsung terjun ke laut tanpa menggunakan pelampung.

“Hingga saat ini kami masih berada di lapangan untuk mengevakuasi para korban. Data jumlah korban kemungkinan akan bertambah, karena proses pendataan dan evakuasi masih terus berlangsung. Untuk memperoleh data yang akurat terkait korban terbakarnya kapal roro tersebut kemungkinan akan bisa diperoleh setelah seluruh proses evakuasi selesai,” ujar Kepala PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Teja Suparna ketika dihubungi SP, Jumat pagi.

Dikatakan, kapal roro KMP Laut Teduh II, saat ini berada di Perairan Anyer, dan kepulan asap masih keluar dari bangkai kapal. Sementara penumpang yang selamat hingga saat ini masih terus didata.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran kapal tersebut, karena masih terus diselidiki. “Yang diutamakan sekarang adalah evakuasi para penumpang. Untuk penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran nanti akan dilakukan setelah proses evakuasi selesai dilakukan,” kata Teja. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!