SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 20 Desember 2014
BS logo

Kasus Penarikan Film ‘Kerasukan’, Cinema21 Bantah Pilih Kasih
Senin, 29 April 2013 | 10:36

Poster film Kerasukan [google] Poster film Kerasukan [google]

[JAKARTA] Film horor Kerasukan yang dibintangi Arumi Bachsin ditarik dari peredaran atas permintaan produser Firman Bintang. Padahal, film itu baru tayang dua hari. Keputusan menarik film dari jaringan bioskop Cinema21 karena produsernya merasa diperlakukan tidak adil, yakni film impor Iron Man 3 yang seharusnya tayang hari Jumat (26/4) dimajukan satu hari dan langsung mendapat jatah 355 layar di hari pertama.  

Corporate Secretary Cinema21 Catherine Keng membantah pernyataan Firman Bintang bahwa jadwal tayang Iron Man 3 dimajukan satu hari. Menurutnya, sejak awal memang jadwal tayang Iron Man 3 adalah 25 April tanpa mengurangi jadwal tayang film-film lain. Penarikan film Kerasukan pada Sabtu (27/4), sepenuhnya atas permintaan pihak produser sendiri tanpa pembicaraan dengan pihaknya terlebih dulu.  

Catherine menegaskan, film Iron Man 3 sejak jauh hari telah dijadwalkan rilis pada Kamis (25/4). Menurutnya, tidak ada perubahan atau pemajuan jadwal rilis film tersebut seperti yang dituduhkan. Jadwal rilis tersebut telah diketahui oleh para produser dan importir film lain yang berkepentingan.  

“Rilis film Kerasukan pada 25 April 2013 merupakan tanggal yang ditetapkan dan disepakati oleh pihak produser film yang bersangkutan dengan sejumlah pertimbangannya sendiri. Jumlah layar yang disediakan untuk film Kerasukan juga merupakan hasil kesepakatan dengan pihak produser yang bersangkutan," tuturnya.  

Animo Masyarakat
Dia menegaskan, keputusan pengalokasian jumlah layar untuk film Iron Man 3 dilakukan untuk memberikan kemudahan atas besarnya animo masyarakat yang akan menonton film tersebut. Pihaknya tidak sedikit pun mengorbankan jumlah layar yang disediakan untuk film Kerasukan.  

Sebagai bioskop yang berfungsi melayani kebutuhan hiburan masyarakat, katanya, Cinema21 senantiasa memberikan alokasi jumlah layar yang memadai kepada film yang diminati dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat menonton film tersebut.  

“Kami tidak pernah membedakan film impor maupun film produksi dalam negeri. Kebijakan ini berlaku umum tanpa diskriminasi. Terbukti telah berulang kali Cinema21 memberikan alokasi yang besar kepada film produksi dalam negeri yang diminati masyarakat, misalnya film Ayat Ayat Cinta, Habibie dan Ainun, keduanya karya produser yang sama dengan film Kerasukan, serta Laskar Pelangi, 5cm, dan banyak judul lainnya,” ujarnya.  

Dia juga mengatakan, Cinema21 menyadari, masyarakat luas merupakan penentu utama dan terakhir dalam keberhasilan komersial suatu film. Menurutnya, bioskop sebagai etalase film, baik produksi dalam negeri maupun impor, tidak bisa dan tidak akan pernah bisa mendikte atau mengarahkan minat penonton terhadap suatu judul film tertentu.

Chaterine kembali menegaskan, Cinema21 berkomitmen mendukung film produksi dalam negeri tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat penonton. Pihaknya berharap, hal itu dilakukan secara terukur dan bijaksana sehingga tidak berakibat kontra produktif terhadap tujuan perfilman itu sendiri. [S-26]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!