SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 24 November 2014
BS logo

Keputusan CAS Persipura, KPSI-PSSI Beda Persepsi
Kamis, 16 Februari 2012 | 9:49

Skuad Persipura Jayapura [google] Skuad Persipura Jayapura [google]

[JAKARTA] Meskipun akan segera tampil dalam babak play-off Liga Champions Asia (LCA) menghadapi Adelaide United di Stadion Hindmarsh, Australia pada Kamis (16/2), gugatan Persipura Jayapura yang didaftarkan kepada Badan Arbitrase Olahraga (CAS), masih menimbulkan perdebatan.

Keputusan sela yang dikeluarkan CAS pada 2 Februari lalu, dan disusul dengan surat pemberitahuan penguatan keputusan sela pada 14 Februari, dipahami secara berbeda oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dan PSSI.

"Kemarin malam, CAS telah mengambil keputusan melalui surat tertanggal 14 Februari yang dikirim ke pihak AFC, PSSI, Adelaide, dan Persipura. Putusan tersebut menguatkan putusan sela sebelumnya," ujar Sekretaris Jendral KPSI, Hinca Panjaitan, Rabu (15/2).

Menurutnya, melalui surat tersebut, sudah jelas dinyatakan Persipura dapat tampil di play-off LCA, sehingga perdebatan akan hal itu sudah harus dihentikan oleh PSSI. Dia menyatakan, saat ini, keputusan CAS hanya menyisakan masalah terkait dengan jumlah pembayaran denda oleh PSSI kepada Persipura. Sebelumnya, tim "Mutiara Hitam" menuntut ganti rugi sebesar Rp 20 miliar.

Hinca mengatakan, dalam surat terbaru CAS juga dijelaskan, PSSI ternyata tidak merespons sedikit pun keputusan sela yang dikeluarkan sebelumnya. "Jadi, tidak ada respon dari PSSI. Bahkan, melampaui 16 hari dari batas waktu yang ditentukan," ucapnya.

Namun, secara terpisah, Direktur Legal PSSI Finantha Rudy mengatakan, surat CAS tersebut hanya sekedar menginformasikan mengenai keputusan sela, dan bukan mengeluarkan keputusan baru. Dia juga menyatakan, belum ada keputusan apa-apa termasuk masalah apakah PSSI akan dikenai denda atau tidak.

"Jadi, surat itu tidak ada yang berubah. (Proses hukum) tetap berlangsung secara normal. Tetapi, apapun keputusannya, kami bersyukur Persipura bisa main di LCA," katanya.

Menurutnya, masalah keterlambatan PSSI untuk merespons keputusan sela CAS hanya lah masalah administrasi, sementara secara substansi sudah terpenuhi. CAS sudah memperoleh jawaban dari AFC dan Adelaide terkait dengan keputusan sela itu. Oleh karena itu, jika CAS mengambil keputusan karena masalah keterlambatan respons, alasan tersebut, kata Rudy, tidak dapat diterima.

Sementara itu, hingga kemarin, terdapat 38 nama yang telah mendaftarkan diri sebagai Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diusung oleh KPSI pada 21 Maret mendatang. Dari nama-nama tersebut, terdapat dua nama yang memperoleh dukungan terbanyak dari para pemilik suara.

Mereka adalah La Nyalla Mattaliti yang mendapat 15 pengusung untuk dua jabatan, yakni Ketua Umum PSSI dan anggota Exco, serta Rahim Soekasah dengan 13 dukungan sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. [HPS/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!