SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 2 Oktober 2014
BS logo

Keruntuhan Zona Euro Dimulai pada 2012
Rabu, 4 Januari 2012 | 11:38

Ilustrasi zona euro [google] Ilustrasi zona euro [google]

[LONDON] Seiring 10 tahun perayaan zona euro akhir pekan ini, Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) yang berbasis di London menyebut bahwa ada 99 persen kemungkinan bahwa mata uang euro tidak akan bertahan, hingga 10 tahun mendatang. Dikutip surat kabar Inggris The Telegraph, Selasa (3/1), lembaga riset berpengaruh itu menilai 2012 akan menjadi permulaan pecahnya zona euro.  

Inggris juga disebut telah berada dalam resesi, dengan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi di akhir 2011 dan kuarter pertama 2012. Namun disebut bahwa kondisi akan membaik bagi Inggris, setelah inflasi turun dan tekanan pada pendapatan riil melonggar. “Pada akhir 2012, setidaknya satu negara akan keluar (dari zona euro),” kata CEO CEBR Douglas McWilliams.  

Dia menambahkan bahwa Yunani terlihat sangat pasti bakal meninggalkan euro, dan kini semakin tampak lebih meyakinkan untuk pergi daripada tidak, dengan Italia akan segera mengikuti jejak Yunani. Kedua negara telah didera krisis utang dan harus mengimplementasikan langkah penghematan yang keji, yang dikhawatirkan banyak pihak akan menghambat pertumbuhan ekonomi.  
“Menjadi lebih jelas pada tahun terakhir, tentang ketidakmungkinan politik melakukan kesepakatan yang diperlukan untuk membuat euro bertahan,” kata McWilliams.

Dia menambahkan bahwa membuat euro bertahan, dibutuhkan daya saing negara-negara anggota dengan memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik agar bisa membayar utang mereka.  

Dia menegaskan bahwa tiadanya pertumbuhan ekonomi untuk memperbaiki posisi utang, adalah hal yang sangat mungkin untuk pada akhirnya membuat euro runtuh. “Kini sangat jelas itu akan terjadi,” ucapnya.

Akhir 2011, terungkap bahwa pemerintah Inggris menyiapkan rencana mengantisipasi kegagalan euro, termasuk rencana memblokade aliran uang masuk dan keluar dari Inggris, demi melindungi perekonomian negara akibat pecahnya euro.  

Disintegrasi mata uang euro dapat berdampak bencana bagi Inggris. CEBR yakin kehancuran euro akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Inggris, sementara para ekonom dari HSBC memperingatkan terjadinya depresi dunia. Peringatan sejumlah pemimpin Eropa mengenai masa yang berat, pada 2012, menambah keyakinan bakal runtuhnya euro.  

Kanselir Jerman Angela Merkel, mengatakan dirinya bakal melakukan apapun untuk memperkuat euro. Presiden Italia Giorgio Napolitano mendesak orang-orang untuk membuat pengorbanan demi mencegah runtuhnya keuangan. Di Jerman, tekanan terhadap Merkel bertambah setelah mencuatnya skandal pinjaman rumah yang melibatkan Presiden Christian Wulff.  

Sekutu terdekat Merkel itu kini didesak untuk mengundurkan diri, setelah dirinya juga terungkap berusaha melakukan intervensi untuk menghentikan sirkulasi massal surat kabar Bild, yang memuat pemberitaan mengenai skandal pinjamannya dari seorang taipan teman istrinya. Dia mengirimkan pesan pada editor Bild, Kai Diekmann, mengancam akan menuntutnya, serta berusaha melakukan intervensi melalui CEO perusahaan penerbitan Bild Axel Springer. [Telegraph/B-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!