SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 Desember 2014
BS logo

Kesejahteraan Peneliti Perlu Diperhatikan
Rabu, 29 Agustus 2012 | 7:07

Ilustrasi penelitian [google] Ilustrasi penelitian [google]

[JAKARTA] Demi memelihara terus tumbuhnya kreativitas peneliti, kesejahteraan mereka harus diperhatikan berupa anggaran yang memadai untuk penelitian, tunjangan penelitian ataupun penghargaan yang bisa terus memacu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia.

Untuk itu diusianya ke-45 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen untuk terus mengejar capaian menjadi world class research institute. Indonesia boleh berbangga, saat ini LIPI memiliki tempat di mata dunia internasional.

Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan LIPI telah menembus ke dalam kelompok top 2 persen lembaga riset dunia berdasarkan data yang dikeluarkan webometrics akhir Juli lalu.

"Capaian ini cukup membanggakan sekaligus membuktikan bahwa dalam kondisi keterbatasan anggaran, fasilitas, sarana dan prasarana penelitian serta kurangnya dukungan politik dari pemerintah, para peneliti LIPI tetap mampu bekerja tekun dan serius untuk menghasilkan karya-karya ilmiah kelas dunia," katanya di Jakarta, Selasa (28/8) usai penganugerahan penghargaan Sarwono Prawirohardjo XI.

Angin segar memang akan dirasakan para peneliti, sebab pemerintah menjanjikan kenaikan tunjangan peneliti dan remunerasi. Sebanyak 1.500 peneliti LIPI pun hingga kini masih menunggu kepastian remunerasi dan peningkatan kesejahteraannya tersebut melalui tunjangan fungsional.

"Kami optimis dan LIPI diberi amanat untuk memberi penghargaaan dan memelihara para peneliti," ucapnya.

Sekretaris Utama LIPI Djusman Sajuti mengungkapkan kenaikan tunjangan fungsional peneliti diharapkan memberi gairah bagi para peneliti dan tidak memilih hijrah ke luar negeri tetapi memilih mengabdi di negerinya sendiri.

Skema remunerasi dan tunjangan fungsional tambahnya kini masih di Kementerian Keuangan, tinggal menunggu waktu implementasinya. Sebelumnya ada rencana sebelum hari raya Idul Fitri pertengahan Agustus 2012, tetapi belum jadi terimplementasi.

Kenaikan tunjangan penelitian meliputi semua lini peneliti, seperti peneliti utama mendapat Rp 3.250.000 dari sebelumnya hanya Rp 1,4 juta, peneliti madya Rp 2,5 juta sebelumnya Rp 1,2 juta, peneliti muda Rp 1,2 juta sebelumnya Rp 750.000 dan peneliti pertama Rp 756.000 sebelumnya hanya Rp 350.000.

Sementara itu, untuk menghargai dedikasi peneliti, sejak tahun 2002 LIPI memberikan penghargaan. Tahun 2012 ini  penganugerahan Sarwono Prawirohardjo XI dan Sarwono Prawirohardjo memorial lecture XII diberikan kepada Prof Dr Soekarja Somadikarta seorang ornitologi taksonomi burung.

Pria kelahiran Bandung, 21 April 1930 ini menempuh gelar doctor dari Freie Universitat Berlin tahun 1959. Selain telah memegang jabatan akademik seperti Ketua Jurusan Biologi Universitas Indonesia, Dekan FMIPA Universitas Indonesia dan Direktur Museum Zoologicum Bogoriense milik LIPI.

"Saya merasa bangga meskipun awalnya perasaan was-was dan gembira berbaur apakah benar saya pantas menerima penghargaan ini. Maka dengan bangga saya menerima penghargaan yang sangat terhormat, prestisius dan didambakan oleh setiap ilmuwan," ungkapnya.

Di samping itu ia menjelaskan Indonesia boleh berbangga karena memiliki Museum Zoologicum Bogorience Pusat Penelitian LIPI yang menurutnya terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya koleksi biota di suatu museum menyimpan banyak sumber informasi yang sangat berharga. Informasi itu seperti taksonomi, biogeografi, masa berkembang biak, penyebaran penyakit, genetika, konservasi, perubahan iklim sampai penelitian filogenetik dengan analisi DNA.

Dalam kiprah penelitian pria yang meneliti burung jenis walet ini tidak kurang dari 4.000 taksa burung baru yang berasal dari kepulauan Indonesia dipertelakan oleh ornitolog kaliber dunia dikemukan Somadikarta. Selain dirinya tidak ada penulis Indonesia yang menerbitkan hasil penelitiannya tentang avifauna sampai tahun 1960.

"Spesies burung di Indonesia saat ini ada sekitar 1.500 plus. Mengapa begitu karena statusnya bisa turun naik dari spesies ke subspesies atau sebaliknya," ucapnya. [R-15]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!