SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

Kirim Tim Lemah untuk Hadapi Bahrain, Qatar Protes PSSI
Jumat, 24 Februari 2012 | 10:21

Djohar Arifin Husein [google] Djohar Arifin Husein [google]

[JAKARTA] Seminggu sebelum menghadapi Bahrain pada partai terakhir Grup E Pra Piala Dunia (PPD) 2014, Rabu (29/2) mendatang, Federasi Sepakbola Qatar (QFA) melayangkan surat protes kepada FIFA yang diteruskan kepada PSSI, terkait keputusan PSSI mengirimkan Tim Nasional (timnas) Indonesia U-23 pada laga itu.  

Berdasarkan surat yang diterima oleh SP pada Kamis (23/2), QFA merasa pengiriman Timnas U-23 tidak adil karena mereka mengetahui sebagian besar pemain tim "Garuda" belum pernah berlaga di ajang internasional sebelumnya. PSSI juga dinilai telah melanggar pasal 5 ayat 4 huruf c yang terdapat di peraturan pertandingan Piala Dunia 2014 Brasil.  

Dikatakan, setiap tim yang mengikuti ajang tersebut secara otomatis menyertakan tim terbaiknya pada setiap partai dimana tim itu dijadwalkan bertanding. Dalam surat tertanggal 15 Februari 2012 itu, QFA bahkan menuding PSSI secara serius telah mencederai keadilan dari sebuah pertandingan serta tidak menghormati statuta FIFA terkait dengan fair play.  

"Karena itu, kami memaksa Anda (FIFA) untuk dapat menghindari metode seperti itu, dan membuat langkah investigasi terkait dengan kasus ini supaya diambil tindakan yang relevan," bunyi surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jendral QFA Saoud Al-Mohannadi itu.  

Untuk diketahui, Qatar melakukan protes karena penentuan lolos atau tidaknya mereka ke babak keempat PPD 2014, juga ditentukan dari hasil partai Bahrain kontra Indonesia. Saat ini, Qatar berada di peringkat kedua klasemen sedangkan Bahrain berada di bawahnya. Bahrain akan lolos ke fase selanjutnya jika mampu menang atas Indonesia dengan skor 9-0.  

Secara terpisah, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin membantah tudingan Qatar itu. "Memang ada (surat) disampaikan jika Qatar merasa keberatan dan mempertanyakan timnas kenapa tidak seperti tim yang lalu berangkatnya. Tetapi, mereka kan tidak tahu kekuatannya. Kekuatan tim kita kan sangat bagus. Pemain senior yang tidak ikut bukan berarti tim ini lemah. Kekhawatiran mereka ini sebenarnya tidak perlu," ujarnya.  

Padahal, pelatih Timnas U-23 plus, Aji Satoso mengakui, timnya saat ini dihuni oleh sebagian besar pemain yang belum pernah bertanding di level internasional. Belum lagi persiapan yang dilakukan hanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan.  

"(Kualitas) Bahrain ada dua tingkat di atas kami saat ini. Tidak mungkin juga membentuk tim hanya dalam satu bulan. Saya hanya berikan cara bermain sepakbola yang benar secara individu dan tim. Jadi, penyerapan (latihan) ada pada pemain itu sendiri," tandasnya.  

Aji sepertinya sadar benar akan kekuatan lawan yang tidak sepadan. Oleh karena itu, dia menekankan kepada anak asuhnya untuk menyiapkan mental bertandingan dengan baik. "Selama latihan berjalan dengan baik, walaupun sebenarnya masih banyak yang perlu diperbaiki," kata Aji.  

Pemain Timnas U-23 plus, Diego Michiels juga menyoroti kekuatan timnya. "Tentunya, lawan Bahrain adalah pertandingan yang berat karena kami juga belum mengenal satu sama lain, dan belum lancar berkomunikasi saat bermain bersama," ucapnya. [HPS/A-21]  



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads