SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Komunikasi yang Tepat Antara Suami Istri, Ya di Malam Hari
Kamis, 2 Februari 2012 | 11:10

SariWangi meluncurkan kampanye terbarunya Nikmatnya SariWangi, Hangatkan Malammu [SP/Hendro Situmorang] SariWangi meluncurkan kampanye terbarunya Nikmatnya SariWangi, Hangatkan Malammu [SP/Hendro Situmorang]

[JAKARTA] Komunikasi antara suami isteri sangatlah dibutuhkan demi menjaga romantisme pasangan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk kapan waktu yang tepat untuk berbincang dengan pasangan hidup, yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan bisa lewat suatu media.

Namun, menurut psikolog dari lembaga konseling pasangan Personal Growth, Ratih Ibrahim, dalam berkomunikasi yang perlu diperhatikan adalah kualitasnya. Tidak terlalu pengaruh dalam hal kuantitasnya.

"Saat ini kebanyakan pasangan suami istri sama-sama sibuk bekerja dari pagi hingga sore. Hasilnya, waktu untuk bersama pun terbatas. Berkumpul bersama pasangan pun menjadi hal yang mahal. Jika waktu bersama menjadi hal yang mahal, ada potensi masalah," ucap Ratih, saat peluncuran kampanye SariWangi, "Nikmatnya, Hangatkan Malammu", di Jakarta, baru-baru ini.  

Jika kuantitas atau jumlah waktu untuk berkomunikasi dengan pasangan sangat minim, kualitasnya mesti ditingkatkan. Kualitas komunikasi sangat berpengaruh terhadap romantisme pasangan.

"Komunikasi itu isinya 75 persen relasi atau tingkat nyambung dengan pasangan, serta 25 persen kemampuan berkomunikasi. Komunikasi dibutuhkan untuk menyalakan romansa di antara pasangan, dan butuh nyambung itu. Sementara skill berkomunikasi bisa dilatih," ungkap Ratih.

Padahal, romantisme adalah salah satu bagian dari keintiman. Keintiman adalah 1 dari 3 bagian segitiga pilar cinta, dua lainnya; passion dan komitmen. Waktu untuk berbincang dengan kualitas yang nyaman dengan pasangan pun perlu diperhatikan. Dan waktu paling tepat adalah malam hari.

"Kalau di pagi hari, kita biasanya terburu-buru, belum lagi mengatur kebutuhan anak sebelum berangkat, plus sebagian pikiran tersita ke pekerjaan. Kalau pembicaraannya tanggung, bisa meninggalkan perasaan tak mengenakkan. Siang waktunya untuk bekerja. Jadi, waktu paling tepat adalah malam hari," tegas psikolog keluarga dan perkawinan.

Malam hari memang biasanya kondisi tubuh sama-sama lelah setelah beraktivitas. Namun dikatakan, komunikasi di malam hari bisa dilihat sebagai investasi dengan pasangan. Saat menutup hari dengan keintiman lewat komunikasi itu, hubungan nyaman, tidur pun nyenya, bahkan, tidak tertutup kemungkinan berlanjut ke keintiman yang lain.

Sementara Novia Sukmawaty, Brand Manager SariWangi menjelaskan, komunikasi menjadi tantangan bagi pasangan, karena waktu yang semakin sempit. Namun, sebelum tidur, meski waktunya tak panjang, dapat digunakan pasangan untuk berkomunikasi lebih efektif melalui tatap muka.

”Lewat kampanye ini, SariWangi mendorong pasangan untuk berkomitmen menyediakan waktu menciptakan suasana romantis dan membangun komunikasi berkualitas. Selain juga memberikan inspirasi bagi perempuan bahwa komunikasi penting dibangun mulai dari diri sendiri,” ujar dia.

Menurutnya, minum teh saat malam dapat membantu pasangan lebih rileks dan menikmati waktu bersama di sisa hari. Karena kandungan dalam teh, yakni flavonoid dan theanin, memberikan rasa rileks jika dikonsumsi rutin. Secangkir teh dapat menginspirasi percakapan pasangan suami istri dan minum teh di malam hari juga tak ada efek negatif terhadap pola tidur. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!