SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Kondisi Merapi Tidak Membahayakan
Selasa, 18 Juni 2013 | 12:31

Relawan memantau Gunung Merapi [antara] Relawan memantau Gunung Merapi [antara]

[YOGYAKARTA] Embusan asap putih kehitaman, yang mengepul vertikal setinggi 800 meter dari puncak Gunung Merapi, Sabtu (15/6) lalu, diketahui berasal dari lapangan sulfatara di puncak Merapi.  

Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Sri Sumarti, mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terlalu berlebihan mengenai kondisi itu. Apalagi, hingga sekarang tidak ada peningkatan status Gunung Merapi yang berada pada posisi normal aktif.  

Meski volumnye cukup signifikan, hingga bisa disaksikan malam hari, sulfatara field yang merupakan area keluarnya hembusan gas tampak seperti titik api. “Kejadian serupa, tambahnya, pernah terjadi pada 15 Juli 2012 lalu. Saat itu asap putih kehitaman juga keluar dari puncak gunung bertipe stratovolcano ini dengan ketinggian mencapai 1.000 meter. Ketika itu, tidak ada pula peningkatan status Merapi lantaran embusan asap dinilai sebagai kejadian yang normal pada gunung berapi dengan kubah lava yang terbuka,” katanya di Yogyakarta, Senin (17/6).  

Jika tidak terjadi hembusan asap, maka akan terjadi akumulasi energi dan justru akan membahayakan. “Jika asap terus keluar, maka tidak akan terjadi akumulasi energi yang terlalu besar,” katanya.

Dikatakan, kondisi ini berbeda jauh dengan kondisi sebelum erupsi tahun 2010. Saat itu, gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini masih memiliki kubah lava yang menutup di bagian puncaknya. Embusan asap jarang terjadi lantaran terhalang kubah lava. Sedangkan sekarang, kubah tersebut sudah runtuh bersamaan dengan erupsi besar 2010 lalu. [152]  -




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!