SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Kotak Suara Pemilu 2014 Bukan Dari Aluminium
Selasa, 3 September 2013 | 20:55

Kotak suara pemilu. [www.shnews.co] Kotak suara pemilu. [www.shnews.co]

[JAKARTA] Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memproduksi kotak suara dan bilik suara dari bahan dasar non-logam atau non-aluminium untuk pelaksanaan Pemilu 2014.  

“Tujuan untuk menghemat anggaran produksi logistik,” kata Komisioner Arief Budiman di Jakarta, Selasa (3/9).

"Untuk (Pemilu) 2014, kami memproduksi kekurangan kotak suara dan bilik suara dari Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Kekurangan kotak suara dan bilik suara dari pemilu sebelumnya kami produksi lagi, tetapi tidak lagi memakai bahan dasar aluminium," kata Arief usai acara Orientasi Pers KPU, Selasa.

KPU mengusulkan kotak dan bilik suara untuk Pemilu 2014 terbuat dari bahan dasar plastik atau kardus anti-air.

Alasan KPU untuk tidak lagi menggunakan aluminium sebagai bahan dasar kotak suara dan bilik suara tersebut, adalah untuk penghematan anggaran produksi dan penyimpanan atau perawatan logistik.

"Pertama, plastik dan kardus lebih murah. Kedua, itu barang habis pakai artinya tidak disimpan dalam waktu lama karena penyimpanan itu perlu anggaran besar untuk sewa gudang," ucapnya.

Mantan anggota KPU Provinsi Jawa Timur itu memberi contoh gambaran pelaksanaan pemilu kepala daerah (pilkada) di Jawa Timur yang memerlukan minimal Rp500 juta untuk penyimpanan dan perawatan logistik seperti itu.

"Surabaya itu setiap tahun harus mengeluarkan anggaran minimal Rp100 juta untuk sewa gudang menyimpan alat-alat itu. Kalau untuk pemilu nasional yang lima tahun sekali ditambah pilkada, berarti sudah Rp500 juta paling tidak untuk sewa gudang penyimpanan saja," jelasnya.

Penggunaan plastik atau kardus anti-air itu juga dapat melindungi surat suara dalam hal pendistribusian, sehingga logistik pemilu tidak rusak jika terkena air.

KPU Pusat juga telah meminta KPU daerah untuk melakukan pendataan mengenai jumlah kotak dan bilik suara yang masih dapat digunakan.

"Sekitar 50-60 persen logistik dari pemilu sebelumnya masih bisa dipakai," ujarnya. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!