SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

KPK Bantah Halangi Kuasa Hukum Nazaruddin
Kamis, 18 Agustus 2011 | 17:24

Pimpinan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto (Kiri), M Jasin (tengah), dan Chandra M Hamzah (kanan). (Foto: SP/Ruht Semiono)
Pimpinan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto (Kiri), M Jasin (tengah), dan Chandra M Hamzah (kanan). (Foto: SP/Ruht Semiono)

[JAKARTA] Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto mengatakan tidak benar KPK menghalangi tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin untuk didampingi kuasa hukum. Sebaliknya, yang terjadi Nazaruddin belum menunjuk kuasa hukum.

"Tidak benar yang bersangkutan tidak bisa didampingi kuasa hukum. KPK telah menanyakan apakah sudah ada pengacara," kata Bibit saat jumpa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/8).

Menurut Bibit, pengacara baru meminta tanda tangan surat kuasa ke Nazaruddin pada saat pemeriksaan pertama di gedung KPK. Tetapi, Nazaruddin menolak.

Pernyataan Bibit tersebut, didukung dengan bukti rekaman video yang ditunjukkan KPK ke media. Dalam video tersebut terlihat salah seorang penyidik menanyakan perihal kuasa hukum. Kemudian, dijawab oleh Nazaruddin belum.

"Kebetulan untuk saat ini belum didampingi (kuasa hukum). Mungkin nanti dipemeriksaan kedua," kata Nazaruddin saat diperiksa oleh penyidik KPK pada Sabtu (13/8) tengah malam, seperti terekam dalam video.

Kemudian, di video juga terlihat ketika salah satu anak buah OC Kaligis yang saat ini menjadi kuasa hukum Nazaruddin, Boy Alfian Bonjol menyodorkan surat kuasa untuk ditandatangani oleh Nazaruddin.

Tetapi, Nazaruddin menolak untuk menandatanganinya saat itu. Dia menyarankan untuk bertemu di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk dibicarakan terlebih dahulu.

"Biar saja dulu saya lanjutkan (pemeriksaan) pak Boy. Nanti setelah disana (Mako Brimob) saja baru kita bicara," ungkap Nazaruddin kepada Boy.

Kemudian, Nazaruddin menitipkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke Boy untuk diserahkan ke sepupunya, M Nasir selaku keluarga.

Sebelumnya, OC Kaligis mengaku bahwa dia adalah kuasa hukum dari Nazaruddin. Karena, BAP, surat penahanan dan penyerahan dari tim penjemputan ke penyidik KPK diserahkan pada timnya.

Kemudian, Kaligis mengatakan KPK tidak terbuka karena tidak membiarkan kuasa hukum ikut dalam pesawat maupun saat Nazaruddin diperiksa oleh penyidik KPK. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!