SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

KPK Perpanjang Penahanan Mantan Anak Buah Sandiaga Uno
Sabtu, 3 Juni 2017 | 9:23

Logo KPK. [beritasatu] Logo KPK. [beritasatu]

[JAKARTA] Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI), Dudung Purwadi nampaknya harus lebih lama mendekam di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Hal ini lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Dudung yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun 2009.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, masa penahanan Dudung diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak 4 Juni 2017. Dengan demikian, Dudung setidaknya akan mendekam di Rutan Guntur hingga 3 Juli 2017.

"Dilakukan perpanjangan penahanan pada ‎tersangka DPW (Dudung Purwadi) selama 30 hari kedepan. Sejak 4 Juni 2017-3 Juli 2017," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/6).

Dikatakan Febri selama rentang satu bulan ini, pihaknya fokus untuk menuntaskan berkas penyidikan Dudung agar dapat segera dilimpahkan ke penuntut umum. Selain Dudung, dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Univ Udayana, Made Maregawa, serta Dirut PT Mahkota Negara Marisi Matondang sebagai tersangka. Tak hanya kasus Alkes RS Universitas Udayana, Dudung juga berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam mengusut dua kasus yang menjerat Dudung ini, penyidik KPK sempat memeriksa Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, Selasa (23/5) lalu. Pemeriksaan ini dilakukan lantaran saat kedua proyek itu bergulir, Sandiaga merupakan Komisaris PT DGI yang kini berganti nama menjadi Nusa Konstruksi Enjineering. Dalam dua proyek yang berujung korupsi itu, PT DGI berkongsi dengan Permai Grup milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Diduga pemeriksaan ini dilakukan penyidik untuk mendalami pertemuan antara Sandiaga Uno dan Nazaruddin. KPK telah memiliki bukti adanya pertemuan antara Sandiaga dengan Nazaruddin untuk membahas proyek Permai Grup yang digarap PT DGI. Pertemuan ini mencuat dalam persidangan perkara dugaan korupsi Wisma Atlet di Pengadilan Tipikor Jakarta. "Yang sudah didalami dalam kasus sebelumnya adalah relasi antara Nazaruddin, Grup Permai, PT DGI. Dan sejumlah pihak lain (seperti Sandiaga) kami dalami, kami perkuat di sini. Apakah ada kaitan antara Nazar dengan pihak-pihak yang lain tentu akan kita gali lebih jauh yang pasti kami masih penyidikan untuk dua kasus," kata Febri Diansyah, Selasa (23/5) malam.

Sebelum diperiksa, Sandiaga mengklaim tidak mengenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan Nazaruddin untuk membahas proyek PT DGI. Febri mengatakan, pemeriksaan terhadap seorang saksi termasuk Sandiaga dilakukan lantaran saksi tersebut dinilai penyidik mengetahui, melihat, mendengar mengenai kasus dugaan korupsi Wisma Atlet dan Alkes RS Udayana yang menjerat Dudung. Apalagi, Sandiaga merupakan Komisaris PT DGI saat proyek itu bergulir.

"Penyidik memanggil seseorang jadi saksi pada saat itu penyidik sudah punya informasi awal saksi itu melihat mendengar rangkaian peristiwa kasus korupsi dan kita tahu posisi Sandi adalah Komisaris PT DGI dan KPK mendalami proyek-proyek yang melibatkan Dirut PT DGI dan kita dalami peran DGI di situ kita butuh keterangan komisaris di sana mengenai sejauh mana pengetahuan saksi terhadap proyek-proyek yang dilakukan oleh PT DGI," ungkapnya.

Diketahui, PT DGI mendapat sejumlah proyek yang didanai APBN dari Permai Grup milik Nazaruddin.

Dalam persidangan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Nazaruddin yang menjadi terdakwa mengaku pernah bertemu dengan Sandiaga Uno.

Dalam dakwaan yang disusun KPK untuk Nazaruddin, PT DGI mendapatkan beberapa proyek pemerintah melalui Nazar di antaranya, proyek pembangunan gedung di Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Jambi, BP2IP Surabaya Tahap 3, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya, gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik Medan, RS Inspeksi Tropis Surabaya, dan RSUD Ponorogo. Selain itu, PT Duta Graha Indah juga dipercaya ikut mengerjakan proyek Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Nazaruddin pun mendapat imbalan atas usahanya memberikan proyek-proyek itu ke PT Duta Graha Indah sebesar Rp23,1 miliar. [F-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads