SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 21 Desember 2014
BS logo

KRL Anjlok di Cilebut
Kamis, 4 Oktober 2012 | 12:20

Ilustrasi kereta anjlok [jakartaglobe] Ilustrasi kereta anjlok [jakartaglobe]

[JAKARTA] Rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Bogor-Jakarta anjlok di Stasiun Cilebut, Kamis (4/10) sekitar pukul 06.15 WIB. Akibat kejadian tersebut, seluruh perjalanan KRL menuju dan dari Bogor terputus dan lumpuh total karena proses evakuasi gerbong kereta memakan waktu cukup lama. 

 Anjloknya rangkaian KRL yang hanya berselang empat hari pascakenaikan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek ribuan penumpang keberangkatan Bogor-Jakarta telantar. Penumpukan penumpang tidak terhindari lantaran terjadi pada saat jam sibuk (peak hour) perjalanan.  

Hingga berita ini diturunkan, perjalanan KRL hanya sampai Stasiun Bojong Gede atau dua stasiun menjelang tujuan akhir Stasiun Bogor dan Cilebut. Untuk keberangkatan dari dan menuju Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut, ditutup hingga jangka waktu yang belum ditentukan.  

Senior Manajer Humas Daop 1 Jakarta, Mateta Rijalulhaq, menjelaskan, rangkaian KRL Commuter Line yang anjlok bernomor KA 435 berangkat dari Stasiun Bogor sekitar pukul 06.07 WIB. Kereta anjlok saat memasuki Stasiun Cilebut sekitar pukul 06.15 WIB. “Kereta yang anjlok melibatkan rangkaian Commuter Line bernomor KA 435. Kereta berangkat pukul 06.07 WIB dan anjlok menjelang Stasiun Cilebut sekitar pukul 06.15 WIB,” kata Mateta, Kamis (4/10).  

Dia menjelaskan, proses evakuasi akan memakan waktu cukup lama karena kereta yang anjlok melibatkan dua gerbong dan salah satu di antaranya sudah melintang di antara dua jalur rel. Untuk mengevakuasi kedua gerbong, paling cepat akan memakan waktu antara delapan hingga sepuluh jam. Atas kejadian ini, sepanjang Kamis (4/10) ini dipastikan jalur KRL tujuan Bogor dari arah Jakarta maupun Depok terputus hingga Stasiun Bojong Gede.  

“Proses evakuasi bisa lebih dari delapan jam karena di rangkaian KRL 435 ada dua gerbong yang anjlok. Satu di antaranya bahkan melintang ke dua sisi rel,” ucap Mateta. Pada kejadian tersebut, menurut Mateta, tidak menimbulkan korban jiwa dan luka. Seluruh penumpang yang kebetulan berada di dalam dua gerbong tersebut berhasil dievakuasi beberapa saat  setelah kejadian.  

Mengenai adanya kemungkinan unsur sabotase, berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan PT KAI, belum ada bukti yang mengarah. Namun demikian, pada proses penyelidikan yang dilakukan petugas PT KAI menemukan adanya rel yang gompal sepanjang beberapa centimeter menjelang Stasiun Cilebut.   “Diduga ada rel yang gompal. Namun apakah rel tersebut gompal sehingga mengakibatkan KRL anjlok atau KRL anjlok sehingga berujung pada gompalnya rel, masih dalam penyelidikan,” jelas Mateta.

Menurut saksi mata, Rachmat (38) warga Leuwiliang, Bogor yang hendak berangkat kerja menuju Duren Kalibata, kereta berangkat dari Bogor pukul 06.07 WIB. “Saat itu kereta berjalan tidak terlalu kencang. Tiba-tiba saat memasuki Stasiun Cilebut, lampu di kereta padam dan kereta tampak oleng ke kiri. Terdengar suara agak gemuruh. Semua penumpang terlihat panik,” kata Rachmat, penumpang yang saat itu berada di gerbong 5. [SJM/Y-7]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!