SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

Lippo Grup Investasi Rp 1,3 Triliun Di Padang
Kamis, 30 Mei 2013 | 8:34

Wali Kota Padang Fauzy Bahar (kiri) dan Komisaris KADIN Komite Amerika Serikat John Riady saat berbicara dalam Dialog Kenegaraan di DPD RI, Jakarta, Rabu (29/5). [daridulu.com] Wali Kota Padang Fauzy Bahar (kiri) dan Komisaris KADIN Komite Amerika Serikat John Riady saat berbicara dalam Dialog Kenegaraan di DPD RI, Jakarta, Rabu (29/5). [daridulu.com]

[JAKARTA] Banyak investor yang enggan berinvestasi ke daerah-daerah karena tidak menjanjikan keuntungan yang besar.

Padahal daerah sangat membutuhkan kehadiran para investor untuk membangun daerah agar keluar dari keterbelakangan dan kemiskinan.

Untuk itulah, Lippo Grup mulai melirik kota-kota di Indonesia yang bisa dijadikan pilar-pilar ekonomi baru, seperti Padang, Ambon, dan Manado.

Wali Kota Padang, Fauzy Bahar dalam diskusi di DPD RI, Rabu (29/5),  mengatakan, memang tidak banyak investor yang mau berinvestasi di daerah, seperti yang dilakukan Lippo Grup, yang menanamkan modalnya sekitar Rp 1,3  triliun di Padang.

“Saat ini, PT Lippo sedang melakukan reklamasi 637 hektare lahan di Padang. Itu bagian dari investasi  senilai 1,3 triliun. Di atas lahan itu dibangun sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan dan perumahan dengan konsep super block,” katanya.

Untuk merangsang investasi di Padang, kata Fauzy,  pihaknya sudah mengeluarkan Perda Kota Padang No 32 Tahun 2009 tentang Investasi.

Dalam perda tersebut diatur siapapun investor yang ingin berinvestasi lebih Rp 1 triliun atau membuka lapangan kerja bagi 500 orang, maka dibebaskan semua biaya 21 jenis perizinan yang ada dan ditanggung pemda.

Sementara untuk investor yang ingin berinvestasi senilai Rp750 miliar atau buka lapangan kerja 350 orang, maka pembebasan biaya 20 persen. Sedangkan yang berinvestasi Rp 500 miliar atau buka lapangan kerja 250 orang, maka dibebaskan 40 persen.

Fauzy menjelaskan dengan adanya kebijakan melalui Perda tersebut saat ini banyak sekali investor yang masuk ke Padang. Selain Lippo, Tommy Soeharto, putra mantan Presiden Soeharto juga berminat berinvestasi di daerahnya.

“Tommy Soeharto akan membangun hotel di bekas kuburan Cina.  Lokasi itu cukup bagus, sejuk dan nyaman untuk orang berlibur sampai sebulan. Hanya saja konsumennya untuk orang asing,” katanya.

Bandara Internasional


Walikota Padang  juga sedang mengusulkan agar Bandara Internasional Minangkabau Padang bisa menjadi bandara regional wilayah Sumatera, sehingga bisa mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya ingin Bandara Minangkabau Padang bisa menjadi bandara regional wilayah Sumatera, sehingga bisa mengurangi beban Bandara Soetta," katanya.

Posisi geografis Kota Padang yang tepat berada ditengah-tengah bisa menjadi keunggulan dan potensi besar. Fauzy juga menjelaskan, Kota Padang sebenarnya daerah yang dekat jaraknya menuju Timur Tengah atau Eropa. 

"Saya ingin Padang menjadi Singapura-nya Asia Tenggara," kata Fauzy Bahar. [L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!