SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Malaysia Pesan 32 Panser Pindad, Indonesia Malah Beli Panser Bekas dari Belanda
Selasa, 17 April 2012 | 7:51

Panser ANOA buatan PT Pindad. [google] Panser ANOA buatan PT Pindad. [google]

[KUALA LUMPUR] Malaysia akan memesan 32 buah Panser ANOA dari PT Pindad dan diberi nama Rimau, yang berarti harimau dalam Bahasa Melayu dan kesepakatan dengan pihak negara tetangga tersebut sudah pada tahap akhir (closing deal).

"Malaysia mau gunakan panser 6x6 dan kini kami menantikan closing deal," kata Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono di sela-sela pameran Defence Services Asia (DSA) 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/4).

Menurut dia, pihaknya juga sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa, termasuk dengan sesama Anggota ASEAN seperti Brunei Darussalam.

Bahkan pada saat ini, ada rencana Sultan Brunei yang hadir dalam pameran DSA 2012 itu akan mengunjungi Panser Rimau yang juga dihadirkan di lokasi pameran tersebut.

Ketertarikan Malaysia terhadap panser buatan Pindad tersebut sudah disampaikan oleh Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) Jenderal Tan Sri Datu Sri Zulkifli Mohammad Zein saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu.

Hal itu disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai pertemuan Panglima ATM dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Selasa (5/7/2011). "Tadi disinggung soal panser 6x6, Malaysia yang berkeinginan untuk membeli, akan terus dilanjutkan," ujar Panglima TNI.

Presiden SBY, kata Agus, berpesan bahwa pilar penting dari hubungan antara Indonesia dengan Malaysia adalah hubungan antara angkatan bersenjata.

"Kalau hubungan angkatan bersenjatanya bagus, tentu hubungan kedua negara itu akan lebih bagus," kata Agus menirukan ucapan Presiden.

Sementara itu, sejak 9 April 2010, sebanyak 13 buah ANOA telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL. Panser ANOA 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara.

Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang menggunakan persenjataan Senapan Mesin Berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali.

Panser jenis ini juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk pengamanan car-free day di Bundaran HI. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!