SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 27 Maret 2017
BS logo

Malaysia Tahan Orang Ketiga Terkait Pembunuhan Kim Jong-nam
C-5 | Jumat, 17 Februari 2017 | 13:44

Pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) dan Kim Jong-nam [AP] Pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) dan Kim Jong-nam [AP]

[KUALA LUMPUR] Polisi Malaysia kini sudah menahan tiga orang terkait kasus pembunuhan Kim Jong-nam (45), yaitu saudara tiri dari pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Orang ketiga yang ditahan adalah seorang pria Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaluddin (26), yang diduga sebagai kekasih dari perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan sebelumnya.

“Tersangka saat ini berada di tahanan untuk membantu penyelidikan,” kata Inspektur Jenderal Polisi, Khalid Abu Bakar, lewat pernyataannya hari Kamis (16/2).

Kim Jong-nam (45) diserang oleh dua perempuan di Bandara Internasional Kuala Lumpur hari Senin (13/2) saat sedang menunggu penerbangan ke Macau yang menjadi tempat tinggalnya sejak melarikan diri 15 tahun lalu. Kim secara tiba-tiba diraih lalu disemprot dengan semacam racun di wajahnya. Dia mencoba mencari pertolongan medis di bandara, tapi tewas di ambulans saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Berdasarkan video CCTV di bandara, dua perempuan meninggalkan lokasi kejadian dengan taksi. Salah satu perempuan, pemegang paspor Vietnam, diidentifikasi bernama Doan Thi Huoang (29) telah ditangkap hari Rabu (15/2) saat mencoba kabur ke luar Kuala Lumpur. Sedangkan, perempuan kedua adalah WNI bernama Siti Aishah/SA (25).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur membenarkan penangkapan seorang perempuan WNI dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam. KBRI saat ini terus melakukan koordinasi dengan aparat Malaysia.

“Berdasarkan data diri yang disampaikan oleh otoritas keamanan Malaysia, KBRI telah melakukan verifikasi dan berdasarkan data sementara yang ada di KBRI, perempuan tersebut berstatus WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, kemarin.

Menurut Iqbal, perempuan WNI itu memegang paspor asli. “Berdasarkan data KBRI, paspor dan nama tersebut ada di data KBRI,” tambahnya.

Dia mengatakan tim dari KBRI Kuala Lumpur tiba di Selangor kemarin untuk meminta akses kekonsuleran kepada pemerintah Malaysia demi memastikan hak-hak hukum SA bisa terpenuhi.

“Kemlu mengonfirmasi status SA sebagai WNI sesuai basis data di KBRI Kuala Lumpur. Kemlu tidak pernah mengonfirmasi mengenai keterlibatan SA dalam dugaan pembunuhan karena itu wewenang penegak hukum di Malaysia setelah proses investigasi,” ujar Iqbal.[Washington Post/Telegraph/C-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads