SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Massa Anti Sri Mulyani Usung Peti Mati ke KPK
Rabu, 21 September 2011 | 16:48

Peti mati dari aliansi masyarakat HMS diterima oleh KPK, dalam aksi yang mereka lakukan pada Rabu, (21/9). (Foto: SP/Erwin) 
Peti mati dari aliansi masyarakat HMS diterima oleh KPK, dalam aksi yang mereka lakukan pada Rabu, (21/9). (Foto: SP/Erwin)

[JAKARTA] Sekelompok orang yang menamakan diri Hindari Memilih Sri Mulyani (HMS) berunjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (21/9).

Dalam aksinya, mereka membawa peti mati, mengibarkan bendera dan spanduk dengan gambar tokoh-tokoh yang diduga melakukan korupsi, seperti Sri Mulyani dan Boediono dalam kasus skandal Bank Century, Darmin Nasution dalam skandal penggelapan pajak PT. Halliburton Logging Services Indonesia (HLSI) dan Joni Alen Marbun dalam kasus korupsi pembangunan dermaga di Indonesia bagian timur.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 14:30 WIB itu, sempat membuat kondisi lalu lintas Kuningan menuju Mampang Prapatan macet.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Sasmito Hadinagoro menjelaskan, kedatangan HMS yang merupakan gabungan dari masyarakat dan mahasiswa untuk menagih janji Ketua KPK Busyro Muqaddas, utamanya dalam mengusut tuntas kasus megaskandal Bank Century.

"Peti mati ini sebagai hadiah kami kepada KPK untuk memotivasi KPK mengusut tuntas skandal Century," katanya.

Tiga peti mati tersebut, lanjutnya, merupakan simbol dari tiga koruptor yang hingga kini belum ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus-kasus besar yang merugikan negara. Masing-masing peti mati, bertuliskan nama-nama yang mereka tuding sebagai koruptor yakni, Sri Mulyani, Darmin Nasution, dan Joni Alen Marbun.

Sebelum membubarkan diri, pada pukul 15:20 WIB ketiga peti mati dari massa aksi itu diterima oleh seorang perwakilan dari KPK. "Saya akan menyampaikan kepada pimpinan," ucap perwakilan dari KPK itu. [ECS/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!