SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Februari 2017
BS logo

Menhan AS Desak Anggota NATO Tambah Iuran
C-5 | Jumat, 17 Februari 2017 | 12:06

Menhan Australia Marise Payne (kanan) menjabat tangan Menhan AS Jim Mattis jelang pertemuan di Markas NATO, Brussels, Kamis (16/2). [AP] Menhan Australia Marise Payne (kanan) menjabat tangan Menhan AS Jim Mattis jelang pertemuan di Markas NATO, Brussels, Kamis (16/2). [AP]

[BRUSSELS] Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Mattis, secara terus terang memperingatkan para sekutunya dalam aliansi NATO bahwa pemerintahan Donald Trump akan mengurangi komitmennya, kecuali mereka bersedia menambah iuran. Pesan Maltis kepada rekannya di Brussels adalah tindak lanjut atas desakan Washington yang meminta sekutunya mengeluarkan setidaknya dua persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) untuk pertahanan. Kesepakatan itu disetujui segelintir pihak, tapi disepakati dalam pertemuan tahun 2014.

Sebelumnya, Trump menyatakan bantuan AS kepada para anggota NATO tergantung seberapa banyak bayaran masing-masing. “Warga Amerika tidak bisa menjaga masa depan anak-anakmu lebih dari pada dirimu,” kata Mattis yang merupakan pensiunan jenderal di markas NATO, Brussels, Belgia, Kamis (16/2).

Sekjen NATO Jens Stoltenberg membantah pernyataan Mattis merupakan ancaman. Sebaliknya, dia menyatakan hal itu adalah pesan tegas, serta rekan-rekannya telah sepakat untuk berkontribusi lebih banyak.

“Menhan Mattis menyampaikan pesan sangat kuat kepada seluruh anggota. Pesan itu tentang pentingnya pembagian beban yang adil. Itu menunjukkan realitas politik di AS,” kata Stoltenberg dalam konferensi pers.

Saat ini, hanya AS, Inggris, Estonia, Yunani, dan Polandia yang memiliki anggaran pertahanan lebih dari dua persen PDB. Seruan untuk pendanaan lebih besar untuk memperkuat sisi timur menyusul aneksasi Rusia atas Krimea pada 2014. [AFP/C-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads