SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Hasil Riset PMPHISU

Nama Komjen Pol Oegroseno Lebih Populer Memimpin di Sumut
Selasa, 29 November 2011 | 8:39

Wakapolri, Oegroseno. [Dok.SP] Wakapolri, Oegroseno. [Dok.SP]

[MEDAN] Berdasarkan hasil penelitian Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara (PMPHISU) di beberapa kabupaten maupun kota di Sumatera Utara menyebutkan, belum ada tokoh dari daerah ini yang dianggap benar - benar melekat di masyarakat untuk menjadi pemimpin di Sumatera Utara (Sumut). Sebaliknya, nama Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol), Komjen Pol Oegroseno justru lebih populer meski sudah tujuh bulan pindah tugas jika dibandingkan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro.

"Kami melakukan penelitian dari sejak bulan Juli sampai dengan menjelang akhir November di kota Medan, Kabupatan Tanah Karo, Langkat, Labuhan Batu, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Nias, Binjai, Tebing Tinggi dan Pematang Siantar. Ada 12 nama yang kami ajukan sebagai calon pemimpin di daerah ini namun keinginan masyarakat begitu melekat atas nama - nama tersebut. Sebaliknya, nama Oegroseno dinilai masyarakat paling layak untuk memimpin daerah ini," ujar Koordinator PMPHISU, Gandi Parapat kepada wartawan di Medan, Senin (28/11) malam.

Nama-nama yang diajukan oleh lembaga ini untuk menjadi calon pemimpin di Sumut itu masing - masing  Gatot Pujo Nugroho yang kini menjabat sebagai Pelaksana tugas gubernur, Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, mantan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen (Purn) Tritamtomo, RE Nainggolan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Parlindungan Purba dan Rodolf M Pardede, Abdul Muluk Siregar, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut HT Milwan, Bupati Sergai T Erry Nuradi, Rusdi Lubis, Bintatar Hutabarat dan Rusdi Ritonga.

"Di luar dari perkiraan nama mantan Kapolda Sumut itu justru disebut oleh masyarakat. Padahal, orang bersangkutan sebelumnya tidak masuk dalam daftar nama penelitian sebagai tokoh untuk memimpin di daerah ini. Nama Oegroseno tidak masuk dalam agenda tokoh sebelumnya karena sudah tujuh bulan pindah tugas. Selain itu, Oegroseno belum tentu berminat untuk maju sebagai calon pemimpin di Sumut. Pola penelitian yang kami lakukan ini pun dengan mengambil ratusan sampel langsung di tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, banyak alasan dari pilihan masyarakat dalam mengusung nama Komjen Pol Oegroseno. Berbagai pertimbangan atas dukungan itu justru berbeda-beda di setiap daerah kabupaten dan kota. Di antara nilai potif yang menjadi alasan masyarakat dalam memberikan dukungan itu antara lain, Oegroseno saat menjabat sebagai Kapolda Sumut langsung berbaur di tengah masyarakat memperbaiki citra Polri. Oegroseno dikenal masyarakat sebagai sosok jenderal yang humanis dan tidak pernah menyombongkan diri.

"Ketika menjabat sebagai Kapolda Sumut, Ogeroseno tidak pernah menolak tamu yang datang ke rumah dinasnya itu. Mulai dari masyarakat miskin sampai dengan korban yang tidak mendapatkan keadilan hukum. Selain itu, Oegrseno dianggap sebagai sahabat semua suku dan sahabat dari golongan tiga zaman yang meliputi sudah sangat tua, orangtua maupun anak remaja. Ketampanan wajah Oegroseno juga menjadi pemikat masyarakat untuk bisa lebih dekat untuk bersamanya. Ini berbeda dengan sejumlah nama tokoh yang kami ajukan," jelasnya.

Gandi mengatakan, nama Oegroseno tidak pernah lekang dari perhatian masyarakat karena turun langsung memimpin bawahan saat melakukan penyergapan terhadap komplotan perampok bersenjata api yang sangat sadis di perkebunan kelapa sawit di Dolok Masihol, Kabupaten Serdang Bedagai. Dia dianggap bertanggungjawab sebagai pemimpin polisi dan tidak mempertimbangkan keselamatan dirinya sendiri. Bahkan, Oegroseno langsung berbaur dan berkomunikasi dengan masyarakat. Dia juga seorang pemimpin yang anti dengan kekerasan.

"Oegroseno seorang pemimpin yang tidak pernah jaga image. Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dia justru tidak sungkan maupun malu mengayuh sepeda.  Bahkan, dia pernah membawa becak motor Siantar. Oegroseno sosok jenderal yang melayani dan bukan minta dilayani. Ini yang menguatkan nama jenderal bintang tiga tersebut di masyarakat. Nama Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro justru jauh di bawah kepopuleran Oegroseno. Sayangnya, Oegroseno belum tentu berminat untuk maju dalam pilkada gubernur 2013 mendatang," sebutnya. [155]








Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!