SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 26 November 2014
BS logo

Pasangan Cagub DKI Jakarta Deklarasikan Kampanye Damai
Rabu, 20 Juni 2012 | 12:05

Pasangan Jokowi dan Ahok [google] Pasangan Jokowi dan Ahok [google]

[JAKARTA] Memasuki masa kampanye yang akan berlangsung pada 24 Juni hingga 7 Juli 2012, enam pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) mendeklarasikan kampanye damai di Polda Metro Jaya, Rabu (20/6) siang. Dengan deklarasi dan kesepakatan damai kali ini, diharapkan Pilkada DKI Jakarta 2012 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  

Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Jokowi-Ahok, Marihot Napitupulu menjelaskan, pihaknya sejak awal menyambut baik dan akan menjaga kesepakatan kampanye damai seluruh pendukung pasangan cagub dan cawagub.   “Kami pada dasarnya sudah menyepakati dan mempersiapkan kampanye damai dalam Pilkada DKI. Tim sepakat melaksanakan seluruh peraturan kampanye, mulai dari hal yang mendasar seperti mematuhi peraturan lalu lintas,” kata Marihot Napitupulu, kepada SP, di Jakarta, Rabu (20/6).  

Pasangan Jokowi-Ahok sendiri berjanji senantiasa akan bekerjasama dengan siapapun, baik dari elemen masyarakat hingga kepolisian demi menciptakan kampanye sehat yang tidak melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama. Untuk itu, tim pemenangan meminta kepada seluruh pendukung pasangan Jokowi agar dapat berlaku tertib sepanjang pelaksanaan kampanye. “Pilkada DKI Jakarta 2012 harus menjadi contoh dan barometer daerah-daerah lain di Indonesia. Kami meminta agar seluruh pendukung, khususnya pendukung pasangan Jokowi-Ahok untuk dapat menjaga deklarasi ini,” katanya.  

Wakil Ketua tim sukses Hendarji-Ariza, Ali Hanafiah, menuturkan, dalam deklarasi damai yang digelar Polda Metro Jaya hari ini, pihaknya berjanji tetap menjaga independensi Pemilukada DKI Jakarta 2012.  

“Pada prinsipnya, kami tetap akan menjaga independensi secara konsekuen dalam melaksanakan pemilukada yang bersih. Kami harap dalam masa kampanye mendatang dilaksanakan secara tertib, jujur, dan murni oleh seluruh pendukung pasangan calon,” ucap Ali.  

Khusus pasangan calon Hendardji-Riza, pihaknya juga meminta kepada seluruh pendukung calon dari jalur independen ini untuk konsekuen menjaga ketertiban dan keamanan ibukota selama masa kampanye.  

Ketua panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Ramdansyah Bakir menegaskan, kegiatan deklarasi kampanye damai diikuti oleh seluruh pasangan calon dan bekerjasama secara langsung dengan kepolisian. Dengan deklarasi ini, sepanjang masa kampenye 24 Juni-7 Juli mendatang diharapkan dapat berlangsung secara tertib, aman dan lancar.  

Sementara itu, pakar politik dari UGM Ari Sujito menyatakan, parpol dan sistem kepartaian dianggap belum mampu mengawal dan mengisi tata kelola demokrasi. Parpol telah mengalami masalah serius yakni kecenderungan untuk bergaya oligarki, elitis, dan terjebak pada korupsi akut. “Proses politik dalam partai ditentukan oleh segelintir orang yang abai pada konstituen. Termasuk saat menentukan tokoh yang akan diusung untuk bertarung dalam Pilkada seperti di DKI Jakarta, bahkan Pilpres,” katanya, saat diskusi bertajuk “Mencari pemimpin Jakarta: Independen atau Partai?” di Jakarta, Selasa (19/6). 

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM ini, dengan kondisi parpol dan sistem kepartaian, kehadiran calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen dianggap sebagai alternatif mengatasi stagnasi politik, untuk menjebol oligarki, dan manipulasi politik representasi. “Calon independen adalah bagian dari radikalisasi politik ketika struktur politik konvensional yang diselenggarakan oleh demokrasi prosedural yang diperankan oleh representasi politik seperti parpol itu tidak mendorong upaya-upaya inovasi dan pembaruan pada demokrasi,” katanya. [FFS/Y-7]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!