SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Pastikan Organ Tubuh Hilang, BNP2TKI Bujuk Keluarga Korban Mau Otopsi Ulang
Selasa, 24 April 2012 | 12:46

Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP] Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP]

[BATAM] Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) membujuk keluarga korban TKI yang ditembak polisi Malaysia untuk diotopsi ulang guna memastikan dugaan pengambilan organ tubuh.

"Otopsi ulang diperlukan untuk mengetahui kondisi korban," kata Jumhur disela-sela Rapat Koordinasi BNP2TKI di Batam, Selasa (24/4).

Ia mengatakan perwakilan BNP2TKI di Nusa Tenggara Barat mendampingi keluarga korban dan meminta agar otopsi bisa dilakukan.

Menurut dia, isu pengambilan organ tubuh perlu dibuktikan, tidak sekedar diucapkan.

Pihak kepolisian dan rumah sakit tidak dapat melakukan otopsi tanpa permintaan keluarga korban. Sehingga BNP2TKI meminta keluarga mengeluarkan permohonan.

"Kami tidak bisa memaksa. Walaupun kami ingin segera otopsi," kata dia.

Mengenai kasus itu, ia mengatakan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Presiden juga sempat menanyakan kasus itu pada dia.

Atase Kepolisian SLO- Kuala Lumpur Kombes Beni Iskandar mengatakan tiga TKI itu ditembak polisi Malaysia karena merampok.

Ketiga TKI korban tewas itu yakni Matnur, warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Abdul Kadir Jaelani serta Herman, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lotim. Ketiga masih memiliki hubungan kekeluargaan, yakni paman dan keponakan.

Sanak keluarga ketiga TKI yang tewas itu, menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh, karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.

Dugaan itu merujuk kepada penuturan Herman, salah seorang anggota keluarga yang melihat langsung kondisi jasad ketika TKI korban penembakan itu, sebelum dikafani dan dimasukkan kedalam kotak saat berada di Rumah Sakit Port Dickson Malaysia, kemudian diterbangkan ke Indonesia.

Ketiga jasad TKI yang bekerja sebagai buruh bangunan di Negeri Sembilan, Malaysia itu, tiba di kampung halamannya, Kamis (12/4), lalu dikuburkan sanak keluarga. [Ant/L-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!