SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Patrialis Akbar Akhiri Tugas Secara Terhormat
Senin, 17 Oktober 2011 | 15:55

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar

[JAKARTA] Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang masih menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Patrialis Akbar mengklaim dirinya menyelesaikan tugas di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) secara terhormat. Posisinya sebagai Menkumham akan digantikan oleh politisi Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

“Saya menyelesaikan tugas secara terhormat. Saya terima dan salam hormat saya kepada presiden. Tentu, saya dua tahun bersama presiden saya ucapkan terimakasih dan penghargaan atas kepercayaan beliau selama ini,” ungkap Patrialis dikantornya, Senin (17/10).

Klaim tersebut dinyatakan Patrialis setelah mendapat jawaban dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi bahwa selama dua tahun menjabat sebagai Menkumham tidak melakukan kesalahan apa-apa. Walaupun, akhirnya posisinya harus diganti.

Bahkan, Patrialis mengklaim bahwa laporan keuangan Kemenkumham dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama dua tahun dipimpinnya adalah wajar tanpa pengecualian.

Tetapi, Patrialis menegaskan bahwa dirinya tidak kecewa atas pergantian kursi menteri yang telah ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, menurutnya pergantian tersebut adalah sesuatu yang terbaik. Apalagi, diakhiri tidak dalam keadaan cacat.

Sebelumnya, Patrialis mengaku mengetahui mengenai pergantian dirinya tersebut ketika dihubungi Sudi Silalahi pada Minggu (16/10) malam. Dimana, Sudi dengan berat hati mengatakan bahwa dia termasu menteri yang selesai melaksanakan tugas.

Seperti diketahui, Amir Syamsuddin setelah didesak oleh wartawan akhirnya mengaku bahwa dirinya ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Hukum dan HAM menggantikan Patrialis Akbar.

Namun, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengaku belum terlalu optimisi untuk duduk pada jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebab, masih harus menjalani tes kesehatan pada Rabu (19/10). [N-8]

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!