SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Paus Tidak Membuat Langkah Revolusioner
Senin, 22 November 2010 | 16:08

Paus Benediktus XVI (Foto: BBC) Paus Benediktus XVI (Foto: BBC)

[VATIKAN CITY] Juru Bicara Tahta Suci Vatikan Federico Lombardi menegaskan, komentar Paus Benediktus XVI soal kondom bukanlah sebuah langkah revolusioner. Meskipun diakui inilah untuk pertama kalinya Paus Benediktus XVI berbicara mengenai kondom. Paus mengklarifikasi pendapatnya bahwa kondom bukan jawaban untuk mencega epidemi Aids. Meskipun kondom bisa digunakan dalam situasi-situasi yang sangat khusus.

Federico Lombardi mengatakan, Paus berbicara tentang sebuah situasi yang sangat khusus pada wawancara dalam buku “Light of the World: The Pope, the Church and the Signs of the Times”, yang diterbitkan pada Selasa.

Paus mengakui sebuah situasi yang sangat khusus yang mana permainan seksual sungguh berdampak bagi kehidupan orang lain,” kata Lombardi.

Benediktus XVI menggunakan contoh yang sangat khusus dari para pria hidung belang yang menggunakan kondom untuk mengilustrasikan posisinya menentang kondom. “Paus tetap menegaskan bahwa kondom digunakan untuk mengurangi bahaya infeksi adalah sebuah asumsi tanggungjawab pertama,” kata Lombardi mengutip buku tersebut.

Dua melanjutkan, “Dalam hal ini, argumentasi Paus itu jelas dan tidak bisa didefinisikan sebagai sebuah pemikiran yang revolusioner.”

 Vatikan sendiri sudah lama menentang kondom sebagai salah satu bentuk alat kontrasepsi. Kebijakan Vatikan ini memunculkan kritik keras khususnya dari para aktivis Aids. Menurut mereka, kondom adalah salah satu dari sedikit metode untuk mencegah penyebaran Aids.

Kepala Lembaga Aids Perserikatan Bangsa Bangsa Michael Sidibe mengatakan, pernyataan Paus soal kondom itu adalah sebuah langkah yang signifikan ke depan. Pernyataan Paus itu juga disambut baik oleh Yayasan Save the Children. Meskipun disebutkan, dukungan lebih jauh dari Gereja Katolik terhadap penggunaan kondom untuk mencegah penyebaran Aids masih sangat dibutuhkan.

Buku baru Paus Benediktus XVI itu didasarkan pada sejumlah wawancara Benediktus XVI dengan wartawan asal Jerman, Peter Seewarld awal tahun ini. Koran Vatikan, L’Osservatore Romano mempublikasikan sebagian wawancara itu pada edisi Sabtu. [BBC/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!