SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 Desember 2014
BS logo

PDI-P Berupaya Lahirkan Kader Berintegritas
Kamis, 22 September 2011 | 11:53

Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan cenderamata kepada Presiden Parlemen Korut Kim Yong-nam disaksikan oleh Ketua DPP PDI-P Bidang Hankam dan HI Andreas H Pareira [SP/Steven S Musa] Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan cenderamata kepada Presiden Parlemen Korut Kim Yong-nam disaksikan oleh Ketua DPP PDI-P Bidang Hankam dan HI Andreas H Pareira [SP/Steven S Musa]

[JAKARTA] DPP PDI Perjuangan terus berupaya melahirkan kader-kader yang memiliki integritas tinggi, dan militant terhdap perkembangan partainya sendiri. Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri seusai mengunjungi Korea Utara (Korut), di Jakarta, baru-baru ini.

Kunjungan Megawati dan rombongan ke Pyongyang, Korut, adalah untuk memenuhi undangan Partai Pekerja Korea, yang merupakan partai penguasa pemerintahan negara tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Megawati sempat mengunjungi Sekolah Kader Partai yang didirikan Partai Pekerja Korut.

Menurut Presiden kelima RI itu, PDI-P sudah memiliki program yang sama, yakni mendidik kader melalui berbagai program agar kader tersebut benar memiliki integritas dan loyal kepada setiap peraturan partainya. “Pendidikan kader sudah tertuang dalam keputusan Kongres, karena itu kami wajib melaksanakannya,” ujarnya.

Namun, katanya, hingga saat ini pihaknya sedang menggodok teknis pelaksanaannya, mengingat kondisi geografis Indonesia sangat berbeda dengan Korut. “Yang jelas, kita sudah ada rencana sejak lama untuk membuka sekolah kader, Kita sedang mencari model yang efektif, tinggal prosesnya saja,” katanya.

Diakui, dengan banyaknya pendidikan dari partai, seorang kader akan memiliki integritas, serta mana yang perlu dilakukan atau tidak. “Dengan pendidikan tersebut, para kader akan mampu mengolah pikirannya. Jadi jika ada hal-hal yang tidak perlu kita ambil, jangan dilakukan,” tegasnya.

Dia mengakui, banyak pelajaran yang didapat dari kunjungan selama lima hari itu. Dia mengambil contoh, pembentukan partai politik di Korut adalah murni sebagai alat perjuangan, bukan untuk mencapai suatu tujuan. Kelahiran sebuah parpol seharusnya menjadi sebuah kebutuhan bagi sebuah bangsa, sehingga tidak menjadi beban. Jangan sampai, pembentukan parpol menjadi sebuah uji coba, yang akhirnya menjadi beban bagi bangsanya sendiri.

“Sebenarnya apa yang dilakukan mereka (Korut), sudah dilakukan PDI-P, PDI-P dilahirkan sebagai alat perjuangan untuk mencapai tujuan bangsa ini,” ujarnya. Menurutnya, saat ini di Indonesia masih banyak orang yang berpikir pendek, sehingga tidak ada kematangan berpolitik. [M-16]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!