SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

Pejabat Ditjen Pajak Akui Kenal Kerabat Jokowi
Kamis, 16 Februari 2017 | 22:06

Ilustrasi pajak [google] Ilustrasi pajak [google]

[JAKARTA] Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemkeu), Handang Soekarno mengaku mengenal Direktur Operasional PT Rakabu, Arief Budi Sulistyo. Bahkan, Handang mengaku telah lama mengenal Arief yang disebut sebagai adik ipar Presiden Joko Widodo itu. Nama Arief sebelumnya disebut dalam surat dakwaan Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, Ramapanicker Rajamohanan Nair ‎yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (13/2).

"Sudah lama Pak (kenal Arif Budi Sulistyo)‎," kata Handang usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/2).

Handang mengaku pernah bertemu dengan Arief, dan Rajamohanan. Dalam pertemuan ini, Handang mengaku membicarakan tax amnesty PT EK Prima Ekspor Indonesia.

‎"Iya, Itu terkait tax amnesti," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Handang mengaku menerima suap dari Rajamohanan untuk menghapus pajak PT EK Prima senilai ratusan miliar rupiah. Handang berharap tidak ada lagi petugas pajak yang tergoda menerima suap seperti dirinya.

"Jadi yang bisa saya sampaikan, saya berharap bahwa saya itu adalah pegawai negeri terutama di pajak yang mengalami terakhir. Mudah-mudahan jadi pembelajaran buat yang lain. Saya sudah melakukan kesalahan, teman-teman yang lain jangan mengulangi. Saya akan bertanggug jawab apa yang telah saya lakukan," katanya.

Diketahui, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dan Arief Budi Sulistyo diduga berperan dalam kasus dugaan suap penghapusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia senilai puluhan miliar rupiah. Dalam surat dakwaan terdakwa Rajamohanan yang dibacakan jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/2), terungkap adanya pertemuan antara Arief dengan Ken untuk membahas persoalan pajak PT EK Prima. Pertemuan ini inisiatif dari Arief yang mengenal Haniv.

"Pada tanggal 22 September 2016, Muhammad Haniv bertemu dengan Handang Soekarno kemudian Muhammad Haniv menyampaikan keinginan Arif Budi Sulistyo supaya dipertemukan dengan Ken Dwijugiasteadi selaku Direktur Jenderal Pajak. Keesokan harinya tanggal 23 September 2016 Handang Soekarno mempertemukan Arif Budi Sulistyo dengan Ken Dwijugiasteadi di Lantai 5 Gedung Dirjen Pajak," ungkap jaksa KPK.

Tak berselang lama setelah pertemuan ini, Ditjen Pajak menghapus tunggakan kewajiban pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia senilai Rp 52,3 miliar untuk masa pajak Desember 2014, dan Rp 26,4 miliar untuk masa pajak Desember 2015.

"Selanjutnya Muhammad Haniv selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Keputusan Nomor : KEP- 07997/NKEP/WPJ.07/2016 tertanggal 2 November 2016 tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak Nomor : 00270/107/14/059/16 tanggal 06 September 2016 masa pajak Desember 2014 atas nama Wajib Pajak PT EKP dan Surat KeputusanNomor:KEP- 08022/NKEP/WPJ.07/2016 tertanggal 3 November 2016 tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak Nomor : 00389/107/14/059/16 tanggal 06 September 2016 masa pajak Desember 2015 atas nama Wajib Pajak PT EKP, yang mana kedua surat keputusan tersebut diterima Terdakwa pada tanggal 7 November 2016," ungkap jaksa. [F-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads