SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Pelaksanaan Program Transmigrasi Masih Ego Sektoral
Kamis, 23 Agustus 2012 | 6:54

Muhaimin Iskandar [google] Muhaimin Iskandar [google]

[JAKARTA] Pembangun transmigrasi di Indonesia belum begitu maksimal, karena masih terjadi ego sektoral di sejumlah Kementerian termasuk pemerintah daerah.  

"Seharusnya pembangunan transmirasi melibat banyak kementerian dan pemerintah daerah," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, kepada SP Rabu (22/8).

      Menurut Muhaimin, pembangun transmigrasi selain Kemnakertrans juga melibatkan sejumlah kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk pembangun infrastruktur jalan dan jembatan di daerah transmigrasi dan daerah perbatasan.

    Selain itu, Kementerian Perindustrian untuk membangun industri di daerah transmigrasi. Kementerian Pertanian untuk memberikan penyuluhan pertanian bagi masyarakat transmigran.

    Menurut Muhaimin, salah satu permasalahan pembangunan transmigrasi sampai saat ini adalah kekurangan anggaran, di mana sampai saat ini anggaran untuk transmigrasi per tahun cuma Rp 1,5 triliun. Idealnya, kata dia, adalah Rp 3 triliun.

  Muhaimin mengatakan, pembangunan transmigrasi mempunyai sejumlah tujuan penting seperti mengurangi sejumlah pengangguran dan mengentas kemiskinan.
 
Beri Penghargaan

Pada Rabu (15/8), Muhaimin memberikan penghargaan kepada enam transmigran teladan dan enam petugas pembina permukiman teladan tingkat nasional tahun 2013.

    Menurut Muhaimin, penghargaan itu merupakan upaya pemerintah memberikan motivasi, perhatian dan penghargaan kepada transmigran dan pembinaan unit pemukinan transmigrasi.

    Juara pertama transmigran teladan tahun 2012 diraih oleh Cokro Sugimo, bermukim di lokasi transmigrasi UPT III Sesayap Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Timur. Cokro dengan pekerjaannya sebagai petani  dan membangun home industri keripik pisang, singkong dan kacang-kacangan  setiap bulan mendapat penghasilan Rp 26,5 juta.

      Juara kedua transmigran teladan diraih oleh Zaenal Arifin, transmigran yang menempati lokasi transmigrasi di UPT Kumai Seberang Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.  Dengan pekerjaan bertani dan berdagang Zaenal memperoleh penghasilan Rp 193.146.400 per tahun.

    Sedangkan juara III transmigran teladan diraih oleh Daniel Ndiken, dari lokasi transmigrasi di Tanah Miring, SP 1 Kampung Sarsang Merauke, Papua. Ia berpenghasilan Rp 185.900.000 per tahun dari hasil jualan pasir golongan dan pengrajin kayu. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!