SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Pembangunan Perhubungan Lampung Gunakan Pola Terkoneksi
Kamis, 21 Maret 2013 | 6:56

EE Mangindaan. [Antara] EE Mangindaan. [Antara]

[BANDAR LAMPUNG]  Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan akan memberikan prioritas sektor perhubungan, baik darat, laut, maupun udara di Lampung mengunakan pola jaringan perhubungan nasional yang terkoneksi.  

“Pembangunan yang terkonesi itu sebagai salah satu antisipasi dari dampak negatif pembangunan Jembatan Selatan Sunda (JSS),” kata Menhub Mangindaan, dalam  rapat Master Plan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi  Indonesia (MP3EI) di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (20/3).  

Menurutnya, rencana pembangunan jembatan selat sunda (JSS) yang akan  menghubungkan pulau  Sumatra-Jawa, tentunya akan mendorong pembangunan ekonomi di kedua kawasan tersebut.  

Untuk mengantisipasi ekses negatif pertumbuhan kedua kawasan tersebut, Kementerian Perhubungan tidak akan mengurangi kapasitas pelayaran dan pelabuhan yang ada di Bakauheni dan Merak, melainkan akan menambah dan memperbesar pelabuhan dan kapal yang ada untuk mendorong percepatan pembangunan di kedua kawasan itu, termasuk  penambah  dermaga.  

“Saya pastikan Kemenhub tidak akan mengurangi kapasitas dan jumlah pelayaran antar Banten dan Lampung, justru akan kita dorong agar di perbesar  dermaganya," ujar mantan Gubernur Manado itu.  

Pembangunan  kedua dermaga itu harus terus ditambah kapasitasnya, sehingga akan meringankan beban dari laju pacu arus perkembangan JSS, tegasnya. 

"Ya, bukan dikurangi, tapi harus ditambah untuk meringankan penyeberangan. Ini mutlak harus berjalan dengan baik, dan kita akan melakukan penambahan 1 dermaga lagi di tahun 2013 ini, baik Lampung maupun Banten," ujar Mangindaan.  

500 Dermaga Eksisting  

Pada bagian lain, Mangindaan juga mengatakan saat ini terdapat  500 dermaga eksisting yang telah selesai dibangun, apabila dermaga itu tidak didukung  oleh  moda transportasi (bus) yang layak maka jangkauan terhadap daerah-daerah terpencil tentunya akan mengalami kendala, ujarnya.  

Karenanya, Kemenhub telah menyiapan  bus-bus perintis  yang disubsidi pemerintah dengan harapan dapat mengatasi persoalan transportasi di daerah terpencil.

"Bus perintis juga masuk dalam skala program prioritas kerja saya, kita bayangkan soal  anak negeri yang susah mendapatkan transportasi menuju sekolah, maka itu saya sangat dorong keberadaan bus perintis, tinggal pemimpin daerah mengingatkan saya, pasti langsung saya respon," tandasnya. [NVS/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!