SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 Desember 2014
BS logo

Pembuatan E-KTP Masih Terkendala Jaringan
Kamis, 8 September 2011 | 11:28

Ilustrasi e-KTP. [Istimewa] Ilustrasi e-KTP. [Istimewa]

[JAKARTA] Pelaksanaan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di sejumlah kelurahan di Jakarta Selatan masih terbentur beberapa kendala.  Mulai dari rusaknya jaringan, kerusakan komputer, lambannya perawatan, dan lain-lain. Akibatnya, ratusan warga yang sudah terlanjur mendapatkan undangan dan datang untuk mengurus e-KTP tidak bisa segera mendapatkan pelayanan.

Kerusakan jaringan komputer pengurusan e-KTP seperti yang terjadi di Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan. Sepanjang Rabu (7/9) hingga Kamis (8/9), puluhan warga yang sudah terlanjur datang langsung kecewa begitu mendapati jaringan komputer e-KTP di kelurahan tidak berfungsi.

Lurah Ragunan, Rahmat Wibowo menjelaskan, kerusakan jaringan pembuatan e-KTP di kelurahannya terjadi sejak Rabu (7/9) sekitar pukul 11.00 WIB, atau disaat puluhan warganya berbondong-bondong melakukan pengurusan e-KTP.

“Jaringan server komputer e-KTP kelurahan ke Depdagri rusak dan sedang dalam perawatan. Mana kami sudah terlanjur menyebar undangan kepada warga. Kalau sudah begini, yang dimarahi warga pasti pihak kelurahan,” kata Rahmat Wibowo, Kamis (8/9).

Menurutnya, bila dibiarkan berlarut-larut, kerusakan jaringan pembuatan e-KTP bisa mengurangi antusias warganya yang selama ini cukup responsif terhadap program pemerintah.

Setelah undangan disebar, dalam sehari ada sekitar 100 sampai 150 orang warga Kelurahan Ragunan yang mendaftar pembuatan e-KTP. Agus Santosa (27), warga Ragunan, mengaku kecewa dengan kerusakan jaringan yang terjadi di Kelurahan Ragunan sepanjang Rabu (7/9).

Padahal, untuk mengurus e-KTP, Agus telah mengorbankan waktu mencari nafkah dengan berjualan. “Nanti disuruh balik lagi. Katanya sistem jaringan atau apalah yang rusak. Kalau besok-besok, belum tentu sempat karena saya harus berjualan,” kata Agus sembari mencibir.

Di tempat lain, kerusakan yang sama, yakni kendala jaringan juga kerap terjadi. Seperti di Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bila sudah demikian, pihak kelurahan terpaksa mengistirahatkan sementara komputer yang digunakan dan meminta warganya untuk sabar menunggu.

“Sekarang ini pelaksanaan pembuatan e-KTP sudah mulai berjalan. Hanya saja, masih sering ada kendala jaringan. Kalau sedang ada ganguan, terpaksa istirahat dulu,” kata Putut Setiyadhi, Wakil Lurah Pasar Minggu.

Saat ini, di Jakarta Selatan sudah ada sekitar 27 kelurahan yang bisa melayani e-KTP. Di antaranya Kelurahan Cikoko, Mampang Prapatan, Petukangan Utara, Ulujami, Pesanggrahan, Pangadegan, Ragunan, Karet Kuningan, Bangka, Pela Mampang, Tegal Parang, Pasar Minggu, Menteng Atas, Cilandak Timur, Cilandak Barat, Pejaten Timur, Pondok Labu, Cipete Utara, Gandaria Utara, Pancoran, Kramat Pela, dan Tanjung Barat.

Dalam mengurus e-KTP, ada beberapa tahap yang harus dilakukan warga. Tahap pertama, setiap warga diminta untuk memasukkan nomor induk kependudukannya ke sistem pendataan penduduk di komputer yang terkoneksi dengan sistem komputer Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Kemudian, dilanjutkan dengan potret wajah. Selanjutnya, warga diminta mencap semua jari tangannya dan tanda tangan di sebuah layar kaca, baru kemudian dilakukan pemotretan retina mata. Langkah berikutnya adalah verifikasi data, untuk kemudian diakhiri dengan tanda tangan dan cap jari telunjuk. [Y-7]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

b4h4r | 3:26pm Sep 8, 2011

e-KTP menjadi penting karena data2 penduduk indonesia akan menjadi terorganisir, sehingga mempermudah pemerintah, polisi dsb dlam bekerja atau menangani masalah yg ada di negeri ini. Tp harus juga dipersiapkan SDM dan infrastruktur penunjang e-KTP ini, karena ini berbasis teknologi perlu juga dipikirkan keamanan datanya.