SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

Penegakan HAM di Papua Belum Optimal
Rabu, 22 Desember 2010 | 17:11

Direktur Kontras Papua, Hary Motorbongs (paling kanan berbaju batik)  saat memberi keterangan kepada  wartawan di Kantor Kontras, Sosial Padangbulan, Abepura Jayapura, Rabu (22/12) sore. [Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi) 
Direktur Kontras Papua, Hary Motorbongs (paling kanan berbaju batik) saat memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Kontras, Sosial Padangbulan, Abepura Jayapura, Rabu (22/12) sore. [Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi)

[JAYAPURA] Penegakan hak asasi manusia (HAM) di Papua belum optimal. Masih banyak terdapat diskriminasi dan keberpihakan secara negatif oleh aparat hukum dan pemerintah saat ini, meskipun sudah ada regulasi yang menjamin HAM.

Direktur Kontras Papua Hary Motorbongs mengatakan hal itu kepada wartawan di kantor Kontras, Abepura, Jayapura, Rabu (22/12). Dia didampingi Kepala Opresional Kontras Papua, Olga Hamadi dan Korban Kasus Apepura 2006, PeniaS Lokbere.

Dalam  catatan  HAM 2010,  Kontras Papua mencatat kegagalan negara dalam merespon  kekerasan di Papua pada tahun ini. Pasalnya negara dinilai  belum mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua karena masih terdapat banyak praktek-praktek kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya  korban baik dipihak masyarakat sipil tapi juga di pihak aparat keamanan.

"Dalam kasus-kasus yang terjadi di Papua kami membaginya dalam beberapa bentuk kekerasan di antaranya kekerasan horisontal yang terjadi tahun seperti kasus perang suku di Kwamki Lama, bentrokan masyarakat Nafri dengan masyarakat pegunungan, dan terakhir kasus penyerangan Kampung Yoka. Kekerasan struktural yang melibatkan aparat keamanan sebagai pelaku kekerasan," ujarnya. [154]



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads