SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Pengeboran Air Tanah Sebabkan Gempa Di Italia
Selasa, 23 Oktober 2012 | 6:46

Gempa Lorca dengan kekuatan 5,1 skala Richter menyebabkan kerusakan besar. [AP] Gempa Lorca dengan kekuatan 5,1 skala Richter menyebabkan kerusakan besar. [AP]

[ROMA] Para ilmuwan yang mempelajari patahan kulit bumi di bawah Kota Lorca, Spanyol, mengatakan, habisnya air bawah tanah kemungkinan menyebabkan gempa fatal tahun 2011.

Peta permukaan yang diambil dari satelit dipelajari oleh para ilmuwan untuk mengetahui bagian mana dari perut bumi yang bergerak. Laporan yang diangkat dalam jurnal Nature Geoscience menyebutkan,  pergerakan itu terkait dengan lokasi air bawah tanah yang telah kering lama.

Penelitian itu mengungkap bahwa aktivitas manusia, seperti pengeboran air bawah tanah dapat memiliki dampak seismik yang cukup besar. Pablo Gonzales dari Universitas Western Ontario dan ilmuwan lain menggunakan data radar satelit untuk melacak gerakan bawah tanah di Lorca.

Mereka menemukan gempa terjadi akibat pergeseran kecil patahan bumi yang terletak di dekat danau besar di selatan kota itu. Pergerakan lempengan itu terjadi pada kedalaman sekitar tiga kilometer di bawah tanah dan menyebabkan gempa berkekuatan 5,1 pada skala Richter.

Gempa Lorca yang terjadi bulan Mei 2011 menyebabkan sembilan orang meninggal dan menimbulkan kerusakan besar di kawasan tersebut.

Tim ilmuwan itu mempelajari penyebab pergerakan patahan itu dan mereka menemukan bahwa permukaan air di dekat Danau Alto Guadalentin turun sekitar 250 meter dalam jangka waktu 50 tahun karena digunakan untuk irigasi.

Hal ini menyebabkan tekanan pada patahan bumi yang menyebabkan gempa pada skala sebesar itu. Kawasan Lorca terletak di daerah yang disebutkan secara seismik aktif.

Data yang dikumpulkan para ilmuwan menunjukkan kekeringan air bawah tanah itu mempercepat proses gempa. Namun, Gonzales menekankan penelitian itu hanya khusus untuk gempa Lorca.

"Kami tidak dapat menetapkan satu kesimpulan hanya berdasarkan satu kasus. Namun,  bukti yang kami kumpulkan kemungkinan penting untuk memperluas penelitian di kemudian hari atas bencana di dekat bendungan, gunung es yang mencair, di mana ada patahan tektonik," kata Gonzales. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!