SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Ditemukan di Bengkulu
Sabtu, 26 November 2011 | 9:25

Ilustrasi situs pninggalan Kerajaan Sriwijaya [google] Ilustrasi situs pninggalan Kerajaan Sriwijaya [google]

[BENGKULU]  Seorang warga Desa Tuguk, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, satu bulan terakhir menemukan beberapa benda purbakala yang diduga kuat bekas peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

"Benda purbakala itu antara lain tiga patung arca, gong kecil, dan sebilah keris berwarna kuning utuh beserta sarungnya," kata seorang penemu barang antik yang tidak bersedia disebut jati dirinya, di Bengkulu, Sabtu (26/11).

Ia mengatakan, seperangkat barang antik tersebut ditemukan di satu lokasi yang tidak jauh dari Sungai Air Luas. Meski belum diketahui persis tahun pembuatan dan pemilik aslinya, berdasarkan bentuknya, bisa dipastikan dibuat beberapa ratus tahun silam.

Benda itu diduga terlalu lama terpendam tanah, sedangkan saat ini masih disimpan oleh penemunya. Tidak setiap orang bisa langsung melihat benda itu sebelum ada izin penemunya.

Pemiliknya mengakui, keberadaan barang antik tersebut masih disimpan rapi di salah satu tempat. Hanya saja, orang itu minta identitasnya dirahasiakan karena khawatir akan berdatangan warga untuk melihat benda tersebut.

Ia menjelaskan, benda yang pertama ditemukan berupa tiga patung, kemudian gong kecil, dan selanjutnya keris warna kuning lengkap dengan sarung.

"Saya yakin di tahun ini juga beberapa situs diduga bekas Kerajaan Sriwijaya lainnya akan bermunculan di daerah itu, terutama daerah Kecamatan Muara Sahung dan Luas," ujarnya.

Ketua Badan Pemerintahan Desa (BPD) Desa Tuguk, Kecamatan Luas Suardi M. Nur membenarkan informasi ditemukan benda bersejarah tersebut, sehingga mengundang banyak warga lain ikut mencari benda lainnya di tepian Sungai Air Luas.

Di dua kecamatan itu, katanya, sejak zaman dahulu dikenal sebagai lokasi temuan barang antik, sedangkan lokasinya diperkirakan dalam gua di kawasan hutan lindung Bukit Rajo Mendaro.

"Sudah banyak peneliti sejarah dari berbagai provinsi datang ke wilayah itu, namun belum berhasil menemukan benda-benda tersebut," katanya.

Ia mengatakan, mereka selama ini hanya mendapat keterangan dari juru kunci benda bersejarah tersebut.

Namun, katanya, untuk melihat ke dalam gua itu mereka perlu menaati ketentuan lokal antara lain memasang sesaji dan harus dengan penunjuk jalan yakni seorang juru kunci.[Ant/L-9]


 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!