SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 Desember 2014
BS logo

Peninggian Separator Busway Rusak Estetika Kota
Rabu, 5 Oktober 2011 | 11:53

Ilustrasi [google] Ilustrasi [google]

[JAKARTA] Rencana pembangunan separator busway setinggi setengah meter dinilai akan merusak estetika kota. Pembuatan separator baru yang dibuat dari land concrete itu akan  mempersempit jalan raya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Saya tak bisa mengerti kajian apa yang dibuat Dishub terkait rencana peninggian separator busway hingga setengah meter. Saya tidak bisa bayangkan seperti apa wajah kota Jakarta bila itu benar-benar direalisasikan,” tutur pengamat tata kota Nirwono Joga kepada SP di Jakarta, Rabu (5/10).

Menurutnya, pembuatan separator itu memboroskan anggaran yang nilainya mencapai Rp 180 miliar. Padahal, tujuannya hanya agar kendaraan lain tidak menerobos jalur busway.

Nirwono mencontohkan, di Istanbul, Turki, peninggian pembatas jalan angkutan umum massal hanya menggunakan kawat baja. Membuat pembatas jalan dengan kawat baja juga tidak membutuhkan biaya besar yang membebani APBD.

“Dishub DKI tidak boleh mengkaji separator hanya dari pihak Transjakarta. Jalur kendaraan di samping separator juga harus diperhatikan karena hal itu juga menyangkut kepentingan publik,” katanya.

Nirwono menyarankan agar Pemprov DKI mengganti pembatas jalur busway dengan kawasan hijau. Kawasan hijau itu dapat dibuat dengan membuat kawat baja dan disampingnya ditanami tumbuhan.

“Daripada memboroskan anggaran untuk hal yang tidak penting, lebih bagus pembatasnya dijadikan kawasan hijau. Ini juga dapat membuat jalur busway tampak asri. Anggaran untuk itu, saya kira tidak sampai ratusan miliar rupiah,” saran dia.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana meninggikan separator busway setinggi 50 sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Untuk merealisasikan rencana itu, setidaknya dibutuhkan anggaran hingga Rp 180 miliar.

Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Bernhard Hutajulu menerangkan, pembuatan separator busway itu baru sebatas rencana.

Saat ini, Dishub masih mengkaji rencana tersebut. Dikatakan, separator tersebut akan dibuat dari beton. Peninggian separator ini merupakan pengganti dari rencana penerapan sistem lawan arah lalu lintas (contra flow) yang batal dilaksanakan.

Perkuatan separator, menurutnya, dilakukan dengan belajar pengelolaan sistem busway di Istanbul, Turki. Sejak jalur khusus busway dibangun, dari awal hingga sekarang, jalur khusus tersebut dibangun pagar bertali kawat disepanjang koridor busway. 

Selain itu, untuk perputaran dibangun perputaran tidak sebidang yaitu dengan membangun perputaran underpass dan flyover (jalan layang). Sehingga, tidak ada mobil yang masuk ke jalur busway dan memotong jalur tersebut sembarangan.

Separator baru itu, lanjut Benhard, akan dipasang di semua jalur busway di sepanjang 180 kilometer. Dengan ketinggian separator setengah meter diharapkan mampu membuat pengendara lain tidak lagi masuk jalur busway. 

“Rencana ini untuk kepentingan jangka panjang. Kami hanya ingin mendorong agar angkutan umum jadi prioritas. Dengan jalur busway yang steril dan penambahan armada yang cukup, ke depan busway menjadi pilihan bertransportasi warga Jakarta,” tandasnya. [H-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!