SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 Desember 2014
BS logo

Penuhi Panggilan KPK, Anas Diperiksa Terkait Kasus Kemenakertrans
Kamis, 22 September 2011 | 13:59

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum tiba di Gedung KPK [SP/Joanito de Saojoao] Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum tiba di Gedung KPK [SP/Joanito de Saojoao]

[JAKARTA] Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, hari Kamis memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa terkait dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi   "Saya hanya melakukan kewajiban sebagai warga negara yang baik," kata Anas singkat saat memasuki gedung KPK di Jakarta, Kamis (22/9).

Anas mendatangi KPK pada pukul 11.00 WIB dengan mengenakan kemeja berwarna putih.

Nama Anas Urbaningrum disebutkan oleh mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin bahwa Anas menjabat sebagai salah satu pimpinan PT Anugerah Nusantara.

Nazaruddin menyatakan Anas pernah menjabat sebagai salah satu pimpinan di PT Anugerah Nusantara, anak perusahaan Grup Permai yang mengikuti tender dalam proyek Kemenakertrans.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTS yang menghabiskan biaya sebesar Rp8,9 miliar itu, KPK telah menetapkan Timas Ginting dan Neneng Sri Wahyuni sebagai tersangka. Neneng yang masih buron adalah istri dari Nazaruddin, sedangkan Timas sudah ditahan KPK.

Nazaruddin ditangkap di Kolombia oleh Polisi Kolombia setelah Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengeluarkan surat atau dokumen yang disebut "red notice".

Berdasarkan red notice tersebut, maka Nazaruddin dinyatakan sebagai buron internasional, sehingga dicari oleh polisi yang tergabung dalam Polisi Internasional atau nterpol.

Mantan anggota MPR/ DPR ini kemudian dibawa pulang oleh tim gabungan yang antara lain terdiri atas KPK, Mabes Polri dan Kejaksaan Agung . Nazaruddin kemudian ditahan di Markas Brimob di Kelapa Dua, Bogor.

Nazaruddin juga diduga terlibat dalam pembangunan proyek perumahan atlit SEA Games di Jakabaring, Palembang yang diperkirakan nilai proyeknya hampir mencapai Rp00 miliar. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!