SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Penyakit Tidak Menular Dibawa Ke Sidang PBB
Kamis, 22 September 2011 | 8:32

Ilustrasi Ilustrasi

[JAKARTA] Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi masalah kesehatan serius hampir di semua negara dan menjadi pusat perhatian dunia. Untuk itulah masalah PTM ini dibawa ke sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk pencegahan dan penanggulangan PTM di Gedung PBB, New York yang dimulai sejak 19 September ini. PTM adalah isu kesehatan kedua yang pernah dibicarakan di Majelis Umum PBB setelah HIV/AIDS sekitar 10 tahun lalu.

Pada sesi pertama pertemuan akbar negara-negara di dunia ini dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih. Menkes hadir di PBB didampingi Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes,Tjandra Yoga Aditama, utusan khusus Presiden dan deputi Bappenas.

Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz Al Nasser dalam sambutannya mengatakan, PTM merupakan isu penting karena dampkanya bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi. Namun, perkembangan penanganan PTM sejak dini sejauh ini dinilai belum dilakukan. Selain itu, dampaknya pada perempuan cukup memperihatinkan, di mana di negara maju atau berpendapatan tinggi adalah 6% dan berkembang adalah 68%.

"Penanganan Non Communicable Diseases (NCD) harus melibatkan banyak sektor di luar kesehatan, termasuk masyarakat madani dan swasta. Selain itu perlu ada target nasional menurunkan kemartian dini akibat NCD," katanya dalam siaran pers Kementerian Kesehatan di Jakarta,Rabu (21/9).

Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan, 3 dari 5 penduduk manusia meninggal karena PTM, dan diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 17% dalam dekade mendatang.

Menurutnya, ada beberapa cara penanggulangan PTM, di antaranya kebiasaan makan sehat, skrining dan vaksinasi kanker serviks, olahraga, stop merokok, penanganan konsumsi alkohol serta menjaga kualitas udara, air, dan tanah tetap bersih.

Penanganan PTM akan berdampak pada ekonomi, lingkungan dan masa depan dunia. Karena itu harus dibawa dalam agenda kesehatan global, serta dokumen deklarasi politik tentang PTM yang dihasilkan pada Majelis Umum PBB harus diimplementasikan.

Pertemuan PBB ini membicarakan disparitas antar negara, sehingga diharapkan dapat terbentuk kerjasama internasional. Selain itu sebagai pembangkit penanganan PTM di dunia oleh berbagai sektor baik tingkat pemerintah maupun swasta.

Penanganan masalah akibat PTM di dunia bisa mencapai 33 triliun Dolar Amerika Serikat. Karena itu para pemimpin dunia diimbau agar mengutamakan pencegahan dengan cara pola hidup sehat. Beberapa masalah penting yang perlu menjadi perhatian dunia untuk penanganan PTM ini, antara lain penanggulangan masalah rokok, alkohol, dan kadar garam yang dikonsumsi.

Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) dr Margaret Chan mengatakan, sejauh ini kalangan kesehatan sudah melakukan banyak hal, baik di klinik dan fasilitas kesehatan masyarakat untuk penanganan PTM ini. Tetapi kata dia, Menteri Kesehatan tidak mungkin bekerja sendiri, harus bersama-sama sektor lain.[D-13]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!