SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Perampok Spesialis Penumpang Taksi Dihadiahi Timah Panas
Jumat, 26 April 2013 | 14:27

Ilustrasi ditembak [antara] Ilustrasi ditembak [antara]

[TANGERANG] Dua perampok spesialis penumpang taksi ditembak petugas Tim Resmob Unit IV Ranmor Polresta Tangerang ketika mencoba kabur saat penyergapan. Zulheri Alias Kamba (43) diringkus petugas di Jalan Raya Serang, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, sedangkan Edi Hendra alias Pincang (32) dicokok di rumah kontrakannya di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.  

"Tindakan tegas kami lakukan karena kedua tersangka berusaha kabur ketika disergap di tempat persembunyiannya," ungkap Kanit Ranmor Polresta Tangerang, Iptu David Kanitero, Jumat (26/4).  

Penangkapan kedua perampok sadis tersebut berdasarkan keterangan korban bernama Maya dan Ayu. Kedua karyawati swasta itu dirampok di dalam taksi oleh lima orang pelaku di daerah Perumahan BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/4) lalu. Empat buah HP, perhiasan dan uang tunai Rp 7 juta digasak komplotan perampok. Seusai menguras harta korban, komplotan Kamba Cs itu membuang kedua karyawati swasta di depan Pintu Tol TB Simatupang, Jakarta Selatan.  

"Pada saat dibawa berputar-putar, para pelaku meminta PIN ATM kedua korban. Karena takut dilukai, korban pun memberikan nomor PIN ATM nya," papar Kanit.  

Dari laporan kedua karyawati tersebut, tim Resmob Unit Ranmor yang dipimpin Aipda Bambang Riswanto mendapat informasi lokasi persembunyian dan berhasil membekuk kedua perampok spesialis penumpang taksi. 

Zulheri Alias Kamba (43), satu dari dua perampok spesialis penumpang taksi yang diringkus ternyata merupakan residivis kambuhan. Di hadapan petugas yang memeriksanya, Kamba yang juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Metro Jaya (PMJ) mengaku sudah memulai debut kejahatannya sejak 1990-an.  

Bahkan, Kamba juga mengaku pernah ditahan di LP Salemba dalam kasus serupa. Namun, hukuman itu tidak membuatnya kapok. Selama menjalani masa penahanan, Kamba justru membuat kelompok baru, termasuk Edi Hendra alias Pincang yang ditangkap bersamanya.   Sepanjang 2012 saja, Kamba mengaku sudah beraksi sebanyak 8 kali di lokasi berbeda, di antaranya di kawasan Serpong, BSD, Pondok Indah, dan Kuningan.   

Untuk sekali aksi, Kamba dan komplotannya yang terkenal sadis ini bisa meraup antara Rp 10 juta sampai Rp 50 juta. Hasil rampokan itu selalu dibagi rata.[132]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!