SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 2 Oktober 2014
BS logo

Peran Kader KB Cegah 100 Juta Kelahiran Penduduk Indonesia
Kamis, 28 Juni 2012 | 10:28

Kepala BKKBN Sugiri Syarief [google] Kepala BKKBN Sugiri Syarief [google]

[LOMBOK] Keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dalam mengendalikan jumlah penduduk di Tanah Air tidak lepas dari peran kader maupun penyuluh lapangan.  Kerja keras mereka diakui mampu mencegah 100 juta kelahiran penduduk Indonesia .  

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief, mengatakan, keberhasilan program KB bukan saja kerja pemerintah, melainkan karena dedikasi  kader dan penyuluh yang terjun langsung di lapangan. Mereka dengan sukarela mendatangi setiap rumah tangga untuk mengajak orang ber-KB.    

Sugiri mengungkapkan, tanpa kader dan penyuluh KB penduduk Indonesia sudah mencapai 330 juta jiwa. Saat ini penduduk Indonesia  237,6 juta, maka kader ini memberikan kontribusi dalam mencegah kelahiran sekitar 80 juta sampai 100 juta dalam rentan waktu 10 tahun terakhir.  

“Mungkin orang menganggap sepele kader ini, tetapi tanpa disadari merekalah yang bekerja keras di lapangan,” kata Sugiri pada acara temu kader, PLKB, akseptor KB Lestari terbaik yang mewakili 33 provinsi dalam rangka memperingati Hari Keluarga ke-19 tahun 2012, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/6) malam. 

Peringatan Hari Keluarga pada 29 Juni yang difokuskan di Lombok akan dihadiri Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri dan kepala daerah.  

Sugiri menambahkan, kader dan penyuluh KB ini juga memberikan kontribusi pada penghematan anggaran negara. Bayangkan jika 100 juta kelahiran ini tidak bisa dicegah berapa banyak anggaran negara yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.  

Meski demikian, kata Sugiri, besarnya kontribusi para petugas KB ini tidak seiring dengan kesejahteraan mereka. Tunjangan fungsional Petugas Lapangan KB (PLKB) misalnya,  tidak sebesar penyuluh lapangan di kementerian atau lembaga lain.  Tunjangan di sektor lain mencapai Rp 900.000, sedangkan PLKB hanya 450.000.   

Menurutnya, tidak heran jika jumlah PLKB terus menyusut tiap tahunnya. Padahal mereka adalah ujung tombak keberhasilan program KB di lini lapangan.  Jika tahun 2007 PLK  masih berjumlah sekitar 35.000 orang, saat ini hanya tinggal 19.000 orang. Dengan jumlah ini satu PLKB harus menjangkau empat desa, padahal idealnya satu orang dua desa.  

“Kami sudah mengusulkan kenaikan tunjangan fungsional bagi PLKB minimal Rp 1 juta dalam pada Komisi IX DPR, dan mudah-mudahan bisa terealisasi pada anggaran 2013,” kata Sugiri.  

Sugiri menambahkan, kontribusi yang sama dalam pengendalian penduduk juga diberikan peserta KB Lestari.  KB Lestari yang saat ini berjumlah 25 juta pasangan rata-rata memiliki dua orang anak. Jika seorang perempuan bisa melahirkan rata-rata sepuluh anak hingga usia tuanya, maka peserta KB Lestari ini  bisa menghemat atau mencegah kelahiran delapan anak.  

Sama dengan menghemat beban yang harus ditanggung untuk kebutuhan mereka, dan mencegah potensi ketidaksejahteraan keluarga karena banyaknya anak.  Meskipun tidak membayar pajak, keluarga yang KB Lestari ini sebenarnya telah membantu negara dengan penghematan tersebut.  

Selain puncak  peringatan Hari Keluarga pada 30 Juni, beberapa rangkaian kegiatan juga digelar  BKKBN di Lombok, di antaranya seminar kependudukan dan KB, Genre Goes To School di SMUN 1 Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, peresmian PHBK Posyandu, Desa Perian, Lombok Timur, pembukaan Gelanggang Dagang oleh Ibu Herawaty Boediono di Lapangan Eks Bandara Selaparang, dan Seminar Nasional Remaja Genre di Lombok.  

Ketua Umum Hari Keluarga ke-19 sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi, memberikan apresiasi tinggi kepada kader, PLKB dan pasangan KB Lestari atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam upaya  memberdayakan masyarakat dan mengendalikan jumlah penduduk.  

 "Saudara telah berbaur dan membangun keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat Dapat kita lihat dan rasakan bagaimana saat ini peran serta masyarakat dengan memberdayakan dirinya sendiri akibat dari kemitraan saudara dengan berbagai elemen,” katanya.  

Isteri dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ini, menambahkan, selama pertemuan ini  para kader, PLKB dan akseptor KB Lestari akan mengikuti berbagai acara baik yang bersifat formal maupun informal, mulai dari bina suasana, sampai dengan penilaian  dan penentuan juara tingkat nasional  Dalam rangka menyegarkan pikiran dari tugas-tugas rutin yang mereka lakukan selama ini,  para kader dan akseptor ini juga diajak oleh panitia mengunjungi tempat-tempat rekreasi di Mataram,NTB. [D-13]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!