SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Pesawat Asing Dipaksa Mendarat di Balikpapan
Senin, 1 Oktober 2012 | 19:59

TNI AU menahan Michael A Boyd yang melintas di udara Indonesia. [Google] TNI AU menahan Michael A Boyd yang melintas di udara Indonesia. [Google]

[JAKARTA] Pesawat Buru Sergap TNI AU, yang terdiri atas sebuah pesawat Sukhoi 27 dan sebuah Sukhoi 30 dengan nomor ekor TS 2705 dan TS 3004 dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin, berhasil memaksa mendarat sebuah pesawat Cessna 208 di Balikpapan.  

Pesawat Cessna dengan nomor registrasi N354RM itu milik Amerika Serikat dan dianggap melanggar wilayah udara Indonesia pada Minggu (30/9).  

Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Sesdispenau) Kolonel Sus M Akbar Linggaprana di Jakarta, Senin (1/10), mengatakan, kehadiran pesawat tersebut sudah dideteksi jaringan radar udara Kohanudnas pada Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIT.  

"Pesawat asing ini tidak tercatat dalam rencana penerbangan Flight Clearance Information System (FCIS), maka dikatagorikan sebagai penerbangan gelap (black flight) dan melanggar keamanan nasional Indonesia," katanya.  

Database FCIS yang terkoneksi antara Pusat Operasi Sektor Kosekhanudnas II Makassar dan Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional di Makohanudnas Halim Perdanakusuma Jakarta, mendeteksi tidak adanya izin melintas pesawat asing tersebut.  

Menurut dia, melalui komunikasi radio, TNI Angkatan Udara sudah berupaya meminta agar pesawat mendarat di Makassar, namun pilot pesawat Cessna tidak mematuhi perintah tersebut.  

"Setelah diperingatkan beberapa kali  masih tetap membandel tidak mau mendarat di Makassar, maka flight pesawat buru sergap Sukhoi yang selalu siaga di Lanud Hasanudin Makassar, langsung dikomando untuk melakukan intercept atau pencegatan. Pesawat asing tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Balikpapan Kaltim pada pukul 13.30 siang," katanya.  

Pesawat Cessna 208 yang diawaki seorang penerbang berkebangsaan AS seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara FIR (Flight Information Region) Filipina dan Malaysia, namun dalam kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia.  

Menurut keterangan pilot pesawat Cessna 208 Michael A Boyd, misi penerbangan ini adalah pengiriman pesawat Cessna 208 baru dari pabriknya di Wichita Kansas yang dipesan oleh Hawker Pasific Jet melalui Operator Globeflyers.  

Pesawat itu rencananya akan dioperasikan di Papua oleh Mr Yus sebagai pembeli dengan rencana nomor registrasi PK-ICY (Nampak nomor registrasi  PK-ICY ditutup dgn sticker N-354RM).  

Pesawat berkapasitas maksimal 14 penumpang memiliki panjang 12,67 meter dengan jarak jelajah 2.000 kilometer tanpa harus refueling (pengisian bahan bakar), yang menjalani rute penerbangan pada tanggal 24 September 2012 berangkat dari Wichita, Kansas-Santa Maria.  

Selanjutnya, pada 25 September 2012 melintasi California, tanggal 27 September 2012 mendarat di Honolulu, Hawai, tanggal 29 September 2012 mendarat di Kosrje, Macronesia, pada tanggal 30 September mendarat di Koror, Palau, menuju Singapura lewat wilayah udara Malaysia.

Namun selepas Palau, penerbang membawa pesawat memotong wilayah udara Sulawesi Utara, Gorontalo dan hendak melintasi Kalimantan menuju Singapura.

Alasan memasuki wilayah udara Indonesia dikarenakan menghindari cuaca buruk dan agen dari Hawker Pacific Jet memberikan nomor perizinan yang ternyata tidak termasuk melintasi wilayah udara FIR Indonesia, melainkan hanya izin untuk melintasi FIR Filipina, Singapura dan Malaysia.  

Tidak Patuh


Sesdispenau mengatakan, perintah penyergapan diinstruksikan langsung oleh Panglima Kohanudnas Marsekal Muda Bambang Soelistyo berdasarkan laporan bahwa pesawat asing ini tidak mematuhi perintah mendarat lewat komunikasi dengan ATC (Air Traffic Controller).  

Operasi pertahanan udara berupa penyergapan oleh Flight Tempur Sergap Sukhoi yang take off dari Makassar ini  dikendalikan dari Pusat Operasi Sektor Hanudnas II Makassar.  

“Flight Sukhoi dengan tuntunan Radar TNI AU berhasil dengan sukses menyergap dan memaksa pesawat pelanggar wilayah udara nasional tersebut mendarat tanpa perlawanan di Bandara Sepinggan Balikpapan,” ujarnya.

Setelah mendarat di Base Operasi Lanud Balikpapan, anggota Lanud Balikpapan dengan bersenjatakan senapan laras panjang sesuai prosedur forced down, segera mengamankan pilot asing tersebut yang bernama Michael A Boyd yang ternyata terbang seorang diri.  

Setelah turun dari pesawat, Komandan Lanud Balikpapan Kolonel Pnb Djoko Senoputro segera menemui pilot asing tersebut guna memeriksa kelengkapan surat-surat resmi seperti Flight Approval dan Flight Security Clearance.

Setelah diinterogasi yang memakan waktu tidak kurang dari dua jam, setelah sebelumnya menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan, pendataan diri dan juga pengambilan gambar, pilot Michael A.Boyd  diajak menuju pesawat yang dipilotinya untuk kemudian menyaksikan penggeledahan muatan pesawat tersebut.  

Pendaratan pesawat pelanggar wilayah udara nasional itu di Bandara Sepinggan, Balikpapan, membuat seluruh pihak terkait di bandara menjadi bersiaga.  

Sebelum pesawat mendarat, sekitar 30 prajurit Angkatan Udara (AU) bersenjata SS-2 P1 siaga di landasan. Saat pesawat Cessna 208 yang dikawal dua Sukhoi Tempur Strategis (TS) 2705 dan 3004 mendarat segera diperintahkan parkir dan penerbang yang ada di pesawat diperintahkan keluar dari pesawat dengan posisi tangan di atas untuk selanjutnya digeledah dan digiring menuju ruang interogasi Base Ops Lanud Balikpapan.  

Selanjutnya, dalam rangka pemeriksaan penerbang pesawat Cessna 208 untuk mengetahui motif dan kemungkinan ada pelanggaran serius, maka penerbangan terpaksa dihentikan sambil  menunggu perusahaan terkait membereskan administrasi perijinan penerbangan.

Penerbang dalam keadaan sehat  dan diperlakukan dengan baik sesuai prosedur internasional oleh personel Lanud Balikpapan, serta sebagai langkah pengamanan ditempatkan di Mess Penerbang Lanud Balikpapan dengan pengawalan ketat. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!