SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Pesta Miras Oplosan di Mojokerto, 14 Tewas
Senin, 6 Januari 2014 | 13:19

Ilustrasi bahaya miras oplosan [google] Ilustrasi bahaya miras oplosan [google]

[MOJOKERTO] Aparat Polres Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), sampai Senin (6/1), masih menelusuri lima lokasi penjualan minuman keras (miras) di Mojokerto, yang diduga telah menjual miras oplosan yang sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Diduga, 14 warga Mojokerto, yang tewas secara beruntun pada Jumat-Minggu (3-5/1), karena meneguk miras oplosan jenis arak cukrik yang dioplos dari lima lokasi tersebut.

“Hasil interogasi kami terhadap korban yang masih hidup, didapat data dan keterangan bahwa para korban meneguk miras  di lima lokasi berbeda. Ada yang mabuk-mabukan di kedai Jalan Jayanegara, kawasan Sooko, dekat Pabrik Tekstil PT Mertex, Balongrawe Baru, Mentikan dan Kemlagi. Mereka minumannya sama, Cukrik yang dicampur dengan minuman berenergi menambah stamina, soda, serta kopi,” kata Wakapolres Mojokerto Kota, Kompol Nurhadi Santoso, yang dikonfirmasi SP, Senin (6/1),

Sampai Senin pagi, 10 korban arak cukrik oplosan, masih dirawat intensif di beberapa rumah sakit di kota/kabupaten Mojokerto. Sementara 14 korban tewas yang sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo dan RSU Hasanah, Kota Mojokerto serta RSUD RA Basoeni serta RSI Sakinah di Kabupaten Mojokerto, sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Ke-14 korban tewas, yakni Triono (38), Pungki F (23), Sugeng (31), Saiful Anam (41), M Hartono (28), Rahmatulloh (28), Adi Winarno (42), Adi Siswanto (31), Edi (23),  Kholiq (44), Ponidi (56), Yoyok tranggono (33), Jimmy Andrianto (17), Sudiro (40), Menurut Nurhadi Santoso, para korban tewas secara beruntun itu, sudah dipastikan tewas akibat keracunan dalam pesta miras merayakan pergantian tahun baru.

“Mereka memang tidak mabuk-mabukan di satu tempat, namun miras yang mereka konsumsi kebetulan sama jenis cukrik di lima lokasi berbeda,” ungkapnya.

Sementara ke-10 korban yang masih dirawat di beberapa rumah sakit, menurut Nurhadi, rata-rata mengeluhkan sakit yang sama, yakni kepala pusing, perut mual, dan sesak nafas. “Mereka mengaku mengadakan pesta mabuk miras cukrik guna merayakan malam penyambutan tahun baru 2014 di lima lokasi berbeda,” katanya. Terkait hal itu, ke-10 korban masih terus diinterogasi, dan diharapkan dapat diketahui pelaku pengoplosan miras yang sangat mengancam keselamatan masyarakat, untuk ditangkap dan diberi hukuman. [Ars/J-11]

         




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!