SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Oktober 2014
BS logo

Petani Untung Harga Cengkeh Naik Rp 85.000/kg
Sabtu, 7 Mei 2011 | 7:41

Ilustrasi pohon cengkih [google] Ilustrasi pohon cengkih [google]

[MANADO] Petani cengkeh di Sulawesi Utara (Sulut)  mendapat keuntungan besar saat ini menyusul naiknya harga cengkeh secara drastis, dari Rp 70.000/kg bulan April menjadi Rp 85.000/kg awal Mei. Bahkan, ada yang membeli Rp 90.000/kg bila jumlahnya banyak.  

”Ini memberikan keuntungan bagi kami petani cengkeh, karena dalam sejarah baru saat ini harga cengkeh naik drastic,”Kata Jhonny W dan Hendrik K petani cengkeh di MInahasa di Minahasa, baru-baru ini. 

Pantauan SP di Pasar Karombasan Manado yang banyak pembeli cengkeh, banyak pedagang yang membeli cengkeh dengan harga tinggi Rp 85.000/kg untuk jumlah yang sedikit.

Sementara jumlah yang banyak, pedagang membeli dari petani Rp 90.000/kg. Pedagang atau pembeli cengkeh mengatakan, kemungkinan harga akan naik lagi. Karena memang permintaan dari luar cukup tinggi.

 ”Ini sangat menguntungkan, sebagai pedagang dan tentunya petani,”Kata sejumlah pedagang yang engan menyebutkan namanya. 

Pengamat percengkehan di Sulut, W Lumentut mengatakan, pihaknya optimis harga akan naik lagi. Karena memang, komuduti cengkeh lagi naik permintaan dari dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Sanny Parengkuan mengatakan kepada SP secara terpisah, naiknya harga cengkeh saat ini hingga Rp 85.000 hingga Rp 90.000/kg, merupakan suatu kebahagiaan bagi petani dan masyarakat Sulut. Karena baru saat ini dalam sejarah harga naik cukup tinggi.

Saat tahun 2000-an dimasa pemerintahan  Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur, harga cengkeh sempat naik Rp 81.000/kg. Sehingga petani waktu itu, gembira karena keuntungan sangat besar.

”Saat ini dengan kondisi ekonomi membaik, maka harga naik drastis,”Katanya. 

Pemerintah pusat saat ini, dan Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang sangat konsen dengan meperhatikan harga cengkeh, karena telah meminta agar stop import cengkeh.

 ”Jadi ini karena komitmen pemerintah, hentikan import cengkeh,”Kata Parengkuan.

Dengan kenaikan harga ini, maka ekonomi Sulut akan membaik. Karena sekitar 70 persen masyarakat Sulut memiliki tanaman cengkeh.

Catatan SP, produksi cengkeh, setiap tahun di Sulut antara 10.000 hingga 15.000 ton. Dan tahun 2011 ini, bias mencapai 10.000 ton. (136)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!