SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

Pipa Pertamina di Langkat Terbakar, Api Belum Berhasil Dipadam
Selasa, 14 Juni 2011 | 9:09

Kebakaran kilang minyak di Cilacap Jawa Tengah Kebakaran kilang minyak di Cilacap Jawa Tengah

[LANGKAT] Pipa pendistribusian gas milik PT Pertamina di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Pangkalan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), terbakar. Api yang membumbung dari, Senin (134/6) kemarin, masih berkobar sampai, Selasa (14/6) pagi.
 
Kobaran api dengan ketinggian mencapai 25 meter tersebut juga melahap empat rumah penduduk setempat. Tidak ada laporan korban jiwa akibat dari peristiwa kebakaran tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar. Pendistribusian gas di daerah itu pun terputus.
 
Kepala Layanan Operasi PT Pertamina E&P Pangkalan Susu, Daniel Munthe mengatakan, petugas pemadam kebakaran perusahaan dibantu dengan petugas pemadam dari pemerintah kabupaten masih sedang berusaha untuk memadamkan kobaran api tersebut.
 
"Belum diketahui secara pasti penyebab dari kebakaran pipa tersebut. Peenyelidikan akan dilakukan setelah korban api dapat dipadamkan. Nanti hasil dari penelitian akan terungkap penyebab kebakaran tersebut," ujarnya.
 
Daniel memastikan, kobaran api tersebut tidak akan meluas. Potensi api semakin kecil karena pasokan gas dari Manifold sudah dihentikan. Pendistribusian akan dilakukan setelah kondisi pipa benar-benar aman setelah diperbaiki.
 
Kebakaran besar ini membuat masyarakat di Pangkalan Batu, Kecamatan Pangkalan Brandan Barat, menjadi heboh. Masyarakat langsung mengemas barang berharga bila kobaran api semakin besar. Ini mereka lakukan untuk menyelamatkan barang berharga jika memang terpaksa mengungsi.
 
"Sangat wajar bila kami masyarakat di sini merasa khawatir jika kobaran api semakin besar yang kemudian melahap tempat tinggal kami. Ini sebagai antisipasi saja dari pada tidak sama sekali. Sebab, pipa pendistribusian gas itu berada di aeral desa ini," sebut seorang warga di Pangkalan batu, Gunawan (45).
 
Gunawan mengaku tidak melihat orang mencurigakan yang sengaja membakar pipa pendistribusian gas milik perusahaan badan usaha milik negara tersebut. Sebab, saat kejadian dia sedang berada di dalam rumah. [155]



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads