SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

Polda Papua Bongkar Judi Online Beromzet Rp 700 Juta/Hari
Senin, 20 Maret 2017 | 12:32

Irjen Pol. Paulus Waterpauw. (Beritasatu] Irjen Pol. Paulus Waterpauw. (Beritasatu]

[JAYAPURA] Polda Papua berhasil meringkus pelaku judi online berinisial GHS alias Sinto dan BSG alias LG yang bisnisnya beromzet Rp 600 juta hingga Rp 700 juta per hari. Kedua pelaku ditangkap di Jalan Belibis, Timika, Kabupaten Mimika akhir pekan lalu.

“Tim Cyber Dit Reskrimsus Polda Papua telah menangkap pelaku judi online di Timika Papua. Perjudian online ini peliputi 3 rangkaian yaitu perjudian dari Sidney Online, Singapure online dan Hong Kong online atau sering disebut togel,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan, Senin (19/3) pagi di Jayapura.
Dikatakan, permainan ini telah dilaksanakan selama 2 bulan dengan tersangka atas nama LG alias BSG alias Sinto yang merupakan pemilik perjudian online melalui situs dumaster dan Fan 303.com dengan tempat operasi di Timika, Papua.

LG bertugas sebagai penghitung, pengumpul termasuk pemonitoring nomor yang keluar dan mereka apa hasil dari agen-agen kemudian dibantu oleh seorang akuntan bernama Susilawati yang membuat pembukuan pemasukan dan pengeluaran dari perjudian ini,

Selain menangkap dua pelaku, Polda Papua juga mengamankan barang bukti di tempat kejadian berupa uang tunai sebesar Rp. 82.000.000,-, buku tabungan, kartu kredit,  kartu ATM BCA, BRI, Mandiri dan BNI, perangkat komputer, perangkat Wifi, CCTV, rekapan togel, kupon togel, buku cek giro BCA, Mandiri dan BNI, buku catatan pengeluaran uang slip transfer uang dan pin token.

"Perputaran ini dilakukan pada pukul 14.50 WIT dan  pukup 18.50 WIT serta pukul 23.50 WIT  setiap harinya, perjudian ini memiliki omzet menurut pengakuan dari tersangka sekitar Rp.600.000.000,- sampai dengan Rp 700.000.000,- perhari. Setelah kami dalami ada kemungkinan hal ini bisa lebih dari itu,"kata Kapolda.

Ia menambahkan, judi online ini sangat meresahkan dan juga mengganggu dari ekonomi daripada masyarakat bawah Papua. "Jadi orang orang yang bergabung ini akhirnya ketagihan dan akhirnya melupakan pekerjaannya dan berharap dari perjudian ini saja, apabila ini dibiarkan dapat memiskinkan warga," ujar Paulus Waterpauw. [154]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads