SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Polisi Ajukan 23 Pertanyaan pada Korban Pelecehan Seksual Pejabat BPN
Kamis, 22 September 2011 | 19:13

Ilustrasi [tribunnews] Ilustrasi [tribunnews]

[JAKARTA] Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengajukan 23 pertanyaan kepada AN yang menjadi korban pelecehan seksual yang diduga lakukan pejabatan Badan Pertanahan Nasional berinisial G.

"Ada 23 pertanyaan, korban baru jawab 11 pertanyaan," kata pengacara AN, Santi Dewi di markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/9).

Santi mengatakan AN menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB, kemungkinan akan selesai hingga malam hari.

Santi menyebutkan AN masih mengalami trauma, sehingga menangis selama menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik.

Santi mengungkapkan AN menjelaskan kronologis peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan G sebanyak tiga kali sejak Maret 2011 di ruang kerja atasannya tersebut.

Pertama kali AN mendapatkan perbuatan tidak senonoh dari G pada Maret 2011, sebelum menjadi asisten pribadi atasannya itu.

Santi menuturkan G mengangkat AN sebagai asisten pribadi G pada 6 Juli 2011 dan mendapatkan perlakuan pelecehan, 12 Juli 2011.

AN sempat melawan dan mengingatkan agar G tidak melakukan perbuatan pelecehan.

Namun G kembali berperilaku tidak wajar dan memegang bagian tubuh AN di ruangan kerjanya.

Saat melakukan aksi tersebut, staf lainnya melihat tindak pelecehan yang dilakukan G berinisial AIS yang hendak memberitahukan kedatangan tamu.

Kemudian AIS, AN dan satu staf lainnya, NPS yang ternyata menjadi korban, melaporkan kejadian tindak pelecehan yang dilakukan G kepada pimpinan BPN, Agustus 2011.

Para korban mengadukan atasannya itu, kepada Polda Metro Jaya dan Komisi Nasional Perempuan, karena tidak ada tindakan tegas pimpinan BPN terhadap G. [Ant/L-9]

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!