SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 Desember 2014
BS logo

Polisi Pantau RMS di Maluku
Kamis, 7 Oktober 2010 | 9:35

Pemimpin RMS di Belanda, John Wattilete Pemimpin RMS di Belanda, John Wattilete

[JAKARTA] - Polda Maluku memantau dampak tuntutan dari kelompok yang menamakan diri sebagai Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda menyusul penundaan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Negeri Kincir Angin itu.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae, di Ambon, Kamis (7/10), mengatakan,  polisi intensif melakukan pemantauan rutin terhadap dampak tuntutan Presiden RMS di Belanda, John Wattilete agar Presiden Yudhoyono ditangkap saat berkunjung ke sana. "Pemantauan hingga Kamis (6/10) pagi tidak terjadi gejolak terhadap stabilitas keamanan terkait tuntutan RMS di Belanda," tegasnya.

Johanis memastikan stabilitas keamanan di Maluku tetap terkendali dan masyarakat tidak terpengaruh dengan persoalan di Belanda. Dia mengakui menangkap 20 orang dan sejumlah barang bukti lainnya sejak 28 Juli 2010 itu, termasuk Frans Sinmiasa yang disebut-sebut sebagai "menteri dalam negeri" organisasi sempalan tersebut.

Frans Sinmiasa diduga juga berperan penting dalam rencana pengibaran bendera "benang raja" saat puncak Sail Banda yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Ambon pada 3 Agustus 2010.

"Sejumlah nama oknum telah diinventarisasikan untuk penangkapan, termasuk Simon Saiya yang disebut sebagai ketua pemerintahan transisi RMS menggantikan pimpinan eksekutif Front Kedaulatan Maluku (FKM/RMS) Alex Manuputty yang kini tinggal di Amerika Serikat dan dinyatakan buron," ujar Johanis. [Ant/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!