SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Polisi Ungkap Praktik Aborsi di Klinik Serang
Jumat, 7 Juni 2013 | 6:16

Ilustrasi praltik aborsi [tribunnews] Ilustrasi praltik aborsi [tribunnews]

[SERANG] Jajaran Polsek Ciruas, Kabupaten Serang, berhasil menemukan sebanyak lima janin, yang diduga korban aborsi, yang dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung  Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Kelima janin itu diduga hasil praktik aborsi yang dilakukan seorang dokter di Klinik Mulya Media,  Bumi Ciruas Permai I, Kampung /Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang,

Kapolsek Ciruas Kompol Yulhendri mengatakan, pihaknya sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut, yakni pelaku yang melakukan aborsi dr Rahmat Widjaja, yang hingga saat ini masih buron, Mulyati  selaku asisten dr Rahmat dan Ina Damayanti (21) yang merupakan pasien aborsi, warga Bojonegara, Kabupaten  Serang.

Yulhendri menjelaskan, kasus tersebut terbongkar saat polisi mendapatkan laporan dari warga, yang menyatakan  di Klinik Mulya Medika telah terdapat seorang wanita bernama Ina Damayanti, warga Bojonegara dan telah melakukan aborsi pada Minggu (2/6) lalu. Berbekal lapran tersebut polisi akhirnya bergerak dan menangkap Ina dan Mulyati di klinik tersebut. Polsi yang langsung melakukan pemeriksaan terhadap Ina, mengakui telah melakukan aborsi.  

Berdasarkan keterangan tersangka  Ina bahwa  yang melakukan aborsi itu adalah dr Rahmat Wijadja. Janin hasil aborsi telah dikubur pada Minggu (2/06),” jelas Yulhendri, Kamis (6/6).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan  polisi bersama tim forensik dari Polres Serang melakukan penggalian tempat janin di TPU yang berada di Kampung  Pelawad. Hasilnya dari penggalian tiga lubang, anggota Polsek Ciruas dan tim forensik berhasil menemukan sebanyak 5 janin bayi, satu kain kafan, dan 4 kantong plastik.

“Kami belum bisa mengetahui jenis kelamin dari janin tersebut,  karena tim forensik akan melakukan otopsi terhadap 5 janin terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Yulhendri, untuk satu janin yang diduga digugurkan dari rahim Ina, diperkirakan sudah berusia 4 - 5 bulan. Karena organ tubuh dari janin tersebut sudah terbentuk dan terlihat lengkap.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ciruas  AKP R. Moch Sofyan menjelaskan, pihaknya masih memeriksa dua orang saksi, yaitu petugas cleaning service bernama Inah (50), dan suaminya bernama Sarja (55), yang diduga menguburkan janin-janin hasil aborsi tersebut.

 “Kami masih ingin memastikan kedua saksi yang disuruh untuk menguburkan janin hasil aborsi itu, mengetahui atau tidak terhadap janin yang mereka kubur itu hasil aborsi atau bukan. Mereka (saksi-Red) memang sudah mengakui telah lima kali disuruh menguburkan janin. Kami belum menetapkan mereka menjadi tersangka karena bisa jadi petugas cleaning service tersebut hanya disuruh dan tidak mengetahui apakah janin yang mereka kuburkan hasil aborsi atau bukan,” ujar Sofyan.

Lebih jauh Sofyan menegaskan, untuk dokter yang melakukan aborsi akan dikenakan pasal 348 KUHP, jo 349 KUHP, jo 346 KUHP. Kemudian ditambah pasal 194 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

 “Untuk Ina Damayanti  akan dikenakan pasal 346 KUHP primair 349 ayat 3 KUHP, dan Mulyati dikenakan pasal 346 jo 55 KUHP,” jelasnya.

Ina Damayanti, tersangka yang melakukan aborsi hingga saat ini masih berada di RSUD Serang. Karena Ina, masih mengalami pendarahan hebat setelah mengaborsi janin di rahimnya. “Usia janin saya yang digugurkan sudah berusia tiga bulan,” kata Ina Damayanti.

 Ina Damayanti mengaku untuk aborsi tersebut pihaknya mengeluarkan biaya Rp5 juta untuk membayar dokter tersebut.

Dibekukan
Menanggapi adanya praktik aborsi tersebut  pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang langsung membekukan izin operasi Klinik Mulya Medika (KMM) di Bumi Ciruas Permai, Blok B1/1 Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang tersebut. Hal ini sebagai tindak lanjut ditemukannya jasad janin yang diduga hasil aborsi di Permakaman Umum Pelawad Tegal, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Untuk diketahui bahwa Dinkes Kabupaten Serang memeberi Surat Izin Tenaga Medis atau izin praktik dokter atas nama DR dengan nomor surat 870/260/Dinkes/dr/040/PSDK/II/2013. Tanggal izin berlaku tertera dalam surat tersebut dari 6 Februari hingga Juli 2013. Dinkes juga memberikan Surat Izin Klinik atas nama dokter yang sama dengan nomor surat 870/1219/Dinkes/Klinik/150/PSDK/IV/2013. Dalam surat tersebut masa berlaku izin operasi tertanggal 5 April hingga 5 Oktober 2013 yang beralamat di Taman Ciruas Permai (TCP) Ruko Blok B1 nomor 4,5, dan 6.

“Kami dari Dinkes memberikan izin karena ada permohonan izin dari pemilik klinik tersebut. Izin operasional dokter yang diberikan hanya berlaku selama enam bulan masa pembinaan dan pengawasan. Kalau dalam masa enam bulan tidak ditemukan pelanggaran kami akan keluarkan izin selama lima tahun itu pun dengan rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Yang bersangkutan masih dalam masa uji coba,” ujar Agus Sukmayadi, Kabid Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes Kabupaten Serang. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!