SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Pramono Anung Nilai SBY Gusar
Senin, 30 Mei 2011 | 14:59

Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung Wibowo. [Dok.SP] Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung Wibowo. [Dok.SP]

[JAKARTA] Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokras Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung menilai, ada kegusaran yang tergambar dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang adanya SMS gelap mengenai dirinya.

Namun menurutnya, masalah tersebut seharusnya tidak perlu ditanggapi Presiden SBY di depan publik. "Presiden cukup minta Ketua BIN (Badan Intelijen Nasional, red) untuk menindaklanjuti SMS itu, tak perlu menanggapinya di depan publik," ujar Pramono, di Gedung DPR RI, Senin (30/5).

Dia menyatakan, sebagai kepala negara, SBY harus mendengar dan menyerap  banyak hal di media massa termasuk jaringan sosial karena bisa menjadi masukan yang positif dari rakyat secara langsung kepada pemerintah.

Sebenarnya dengan adanya twitter, facebook dan jaringan sosial lainnya, lanjutnya jarak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat bisa menjadi dekat.
"Tapi memang kalau ada hal-hal yang sensitif, seharusnya tidak perlu disampaikan atau dipublikasikan oleh media. Sampai presiden ngomong soal itu di pidatonya, berarti ada kegusaran," ujar Pramono.

Dia menambahkan, sosial media seharusnya memberikan masukan yang baik kepada pemerintah, bukan menyebarkan hal-hal yang negatif.

Mengenai nomor pengirim SMS tersebut yang ternyata berasal dari nomor operator telepo Singapura, Pramono meyakini, BIN bisa menginvestigasinya. "Nomor itu kebetulan nomor bagus, jadi bisa dilacak pemiliknya karena biasanya nomor bagus  itu teregristrasi," kata Pramono. [J-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!